Vaksin ORI untuk Difteri

Difteri menjadi penyakit yang sangat disegani akhir-akhir ini. Berikut cara untuk melindungi diri dari penyakit menular ini.

Vaksin ORI untuk Difteri
Infografik pencegahan difteri melalui vaksinasi. (Inibaru.id)

Inibaru.id - Difteri dinyatakan Kemenkes sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada Desember 2017 lalu. Hal ini lantaran difteri telah mewabah di Indonesia. Sebanyak 20 provinsi terdampak penyakit menular ini. Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan penderita difteri terbanyak di Indonesia.

Baca juga:
E-commerce yang Semakin Bertumbuh
Pelanggaran HAM di Sekitar Kita

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berusaha mengatasi masalah ini. Salah satu cara yang dilakukan yakni memberikan imunisasi di daerah yang paling banyak terjangkit virus. Imunisasi itu disebut Outbreak Response Immunization (ORI) yang saat ini dilaksanakan pada tiga provinsi meliputi Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Ketiga provinsi itu menyusul Jawa Timur yang sudah terlebih dulu melakukannya.

Infografik pencegahan difteri melalui vaksinasi. (Inibaru.id)

ORI merupakan pemberian vaksin untuk seluruh anak usia 1 hingga 19 tahun tanpa memandang riwayat imunisasi. Vaksin diberikan tiga kali. Setelah vaksin pertama, vaksin kedua diberikan sebulan setelahnya. Vaksin ketiga menyusul setelah enam bulan dari vaksin kedua.

Baca juga:
Kekerasan terhadap Perempuan (Masih) Jadi Catatan Besar Akhir Tahun
Urbanisasi Akar Masalah Picu Lonjakan Mudik

Difteri memang sangat berbahaya ya, Millens. Selain menular, penyakit satu ini dapat mengakibatkan kematian. Untuk itu, perlu dilakukan pencegahan agar tidak terjangkit difteri. Salah satu caranya yakni dengan melakukan imunisasi pada bayi serta berperilaku hidup sehat. Namun, banyak orang tua yang enggan mengizinkan anaknya untuk diimunisasi lantaran berbagai faktor.

Semoga tidak banyak lagi korban yang berjatuhan akibat penyakit ini ya, Millens. (IF/IP)