Serba Serbi Imlek

Nggak beda jauh dengan perayaan hari besar keagamaan atau kepercayaan lain, Imlek juga punya ciri khas lo, Millens. Apa saja?

Serba Serbi Imlek
Infografik serba-serbi Imlek. (inibaru.id/Nafis)

Inibaru.id – Tahun baru masyarakat Tionghoa, atau biasa disebut Imlek, tentu sudah bukan lagi jadi hal yang asing bagi masyarakat Nusantara. Perayaan Imlek ini berlangsung selama 15 hari dengan hari terakhir atau hari ke-15 dinamakan Cap Go Meh.

Sama halnya dengan perayaan hari besar lainnya, warga Tionghoa juga punya beberapa cara unik untuk merayakan Imlek. Salah satunya adalah dengan memperindah rumah. Selain itu, mereka juga memberi angpau kepada anak-anak, memakai pakaian dan perhiasan baru, saling mengunjungi saudara, dan yang nggak kalah penting adalah sembahyang leluhur.

Infografik "Serba-serbi Imlek". (Inibaru.id/Nafis)

Kalau memikirkan Imlek, mungkin kamu berpikir akan banyak warna merah dan emas, barongsai, angpau, lampion, kueh keranjang, dan hujan. Yap, hal itu memang lekat dengan perayaan Imlek.

Benda-benda itu juga memiliki makna lo, Millens. Salah satunya warna merah yang melambangkan kebahagiaan dan keberhasilan. Sementara warna emas melambangkan harapan agar mendapat banyak rezeki.

Baca juga:
Tahun Baru Imlek: Barongsai yang Mampu Satukan Perbedaan

Selain warna merah dan emas yang mendominasi saat Imlek, ada juga anggapan kalau setiap Imlek pasti hujan. Mengenai anggapan ini ternyata ada perbedaan antara kepercayaan Jawa dan Tionghoa. Menurut kepercayaan Jawa, hujan yang turun saat ada suatu perayaan menandakan sesuatu yang buruk. Nggak heran kalau banyak orang yang menangkal hujan dengan berbagai cara.

Berbeda dengan masyarakat Jawa, hujan yang turun saat Imlek memiliki makna tersendiri bagi orang tionghoa. Hujan dipercaya menandakan nasib baik dan melambangkan keberkahan di tahun berikutnya. (TS/IP)