Operasikan Kembali Jembatan Timbang, Semoga Tak Ada Pungli

Operasikan Kembali Jembatan Timbang, Semoga Tak Ada Pungli
pengelolaan jembatan timbang(Foto:google)

inibaru.id-Kementrian Perhubugan (Kemenhub) gandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Polri dalam rangka pengelolaan Jembatan Timbang. Langkah tersebut dilakukan untuk guna mengawasi serta menertibkan kendaraan yang seringkali melebihi muatan.

Kerjasama ini juga mempertimbangkan tingginya tingkat kecelakaan dijalan raya akibat jalan rusak karena banyak kendaraan yang melebihi kapasitas.

Baca juga:
Ubud jadi Kota Terbaik Dunia dan Asia Lagi
Warna-Warni Desa Wisata Bejalen Ambarawa

Meminimalisir Pungli

Selain itu Kemenhun juga menyebutkan kerjasama dengan PUPR dan Polri juga sebagai upaya perbaikan sistem jebatan timbang yang selama ini dianggap rawan pungli.

Jembatan timbang adalah alat pengawasan angkutan barang yang melebihi kapasitas untuk menjaga kelayakan kendaraan dan kerusakan jalan yang ditimbulkan. Namun kenyataannya sejauh ini, jembatan timbang justru digunakan sebagai alat pungli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sebagai Retribusi Daerah

“Selama ini jembatan timbang sering dijadikan sebagai sumber pendapatan suatu daerah. Hal ini karena truk atau kendaraan besar yang melebihi kapasitas muatan dikenakan denda,” ujar Mentri perhubungan Budi Karya

Hal tersebut yang menjadi alasan Pemerintah Indonesia beberapa waktu terakhir (1/1/2017) mengembalikan kewenangan pengelolaan jembatan timbang ini ketingkat pusat dalam ini Kementrian Perhubungan.

Baca juga:
Informasi Terkini dari Jalin Merapi
Petik Edelweis Sembaragan, Pendaki Bisa Kena 10 Tahun Penjara.

“Perubahan kewenangan terhadap pengelolaan Jembatan Timbang ini sebagai salah satu langkah dalam upaya menjalankan fungsi pengawasan secara ketat, agar pengoperasian UPPKB dapat terlaksana dengan baik dan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Pudji Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan

Ia juga menyebutkan kendaraan yang melebihi kapasitas akan lansung diturunkan dan disesuaikan dengan standar yang berlaku tanpa ada membayar denda.

Pasca kerjasama ini, Kementrian Perhubugan akan segera mengoperasikan kembali 25 dari 141 Jembatan Timbang di seluruh Indonesia, termasuk 9 Jembatan Timbang yang menjadi proyek percontohan. (NA)