Merunut Sumber Gempa di Indonesia

Indonesia berturut-turut diguncang gempa baik gempa bermagnitudo kecil hingga besar. Mengapa bisa demikian?

Merunut Sumber Gempa di Indonesia
Infografik sumber gempa di Indonesia. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Inibaru.id - Belakangan ini, Indonesia diguncang pelbagai gempa. Dimulai dari gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat yang bermagnitudo 6,4 SR pada 29 Juli 2018 lalu, gempa seolah terus memborbardir Tanah Air. Gempa berkekuatan 7,4 SR yang diikuti tsunami juga terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Pada Kamis (11/10/2018), gempa beralih mengguncang Situbondo, Jawa Timur dan sekitarnya dengan kekuatan 6,3 SR. Gempa yang terjadi dini hari itu mengakibatkan korban jiwa dan bangunan hancur. Nggak hanya gema berkekuatan besar, gempa susulan bermagnitudo kecil juga seolah nggak ada habisnya mengguncang Indonesia.

Bila dirunut berdasarkan letak geografis, Indonesia memang berada di daerah yang rawan gempa. Ini karena Indonesia berada tepat di pertemuan tiga lempeng tektonik yakni lempeng Samudra Pasifik, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Eurasia. Pergerakan lempeng inilah yang memicu terjadinya gempa.

Infografik sumber gempa di Indonesia. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Sementara itu, sumber gempa berasal dari zona subduksi dan sesar aktif di darat. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar seperti ditulis Tirto.id, Rabu (3/10).

Berdasarkan peta gempa di Indonesia yang dikeluarkan Pusat Studi Gempa Nasional 2017 lalu, ada 15 zona subduksi di Indonesia. Zona subduksi ini membentang dari Pulau Sumatera menuju Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan membelok ke Maluku.

Di sisi lain, sesar aktif di Indonesia jumlahnya lebih banyak dari zona subduksi. Pada 2017, peneliti menemukan setidaknya 295 sesar aktif di Indonesia. Sesar paling banyak ditemukan di sekitar Papua dan Maluku.

Nah, gempa yang belakangan terjadi disebabkan pergerakan sesar aktif ini, Millens. Gempa Lombok disebabkan sesar naik Flores. Selain itu, pergerakan sesar Palu-Koro juga mengakibatkan gempa dan tsunami di Palu.

Kepala Bidang Informasi dini gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan jumlah itu dimungkinkan akan terus bertambah.

"295 itu baru yang teridentifikasi. Ada juga yang belum teridentifikasi dan jumlahnya cukup banyak," terangnya.

Yap, Indonesia memang rawan diguncang gempa. So, sobat Millens mesti waspada tapi nggak perlu takut ataupun panik. Bila perlu, siapkan tas darurat yang berisi keperluan dasarmu sehingga bila ada keadaan darurat, kamu langsung bisa membawa tas itu sebagai bekal bertahan hidup. (IB03/E04)