Mengubah Potensi Wilayah Menjadi Desa Wisata

Sejumlah desa di Provinsi Jawa Tengah disulap menjadi kantong-kantong wisata. Adanya desa wisata itu membawa beberapa perubahan bagi masyarakat salah satunya dalam bidang perekonomian.

Mengubah Potensi Wilayah Menjadi Desa Wisata
Infografik desa wisata di Jawa Tengah. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Inibaru.id - Indonesia disebut-sebut memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Bakal sayang kalau potensi itu nggak digunakan sebaik mungkin. Nah, salah satu cara yang dipakai pemerintah untuk memanfaatkan potensi itu adalah dengan mendirikan desa wisata.

Saat ini sebanyak 147 desa di Jawa Tengah telah menasbihkan diri sebagai desa wisata. Jumlah tersebut terbagi atas tiga kategori yaitu andalan, unggulan, dan layak dikembangkan. Hampir setiap kabupaten di Jawa Tengah memiliki desa wisata.

Baca juga:
Mengenal Budaya di Kampung Tematik
Menakar Benefit Kampung Wisata

Bertranformasi menjadi desa wisata memang nggak mudah. Perlu beberapa perbaikan dan penyesuaian agar kelak desa wisata itu banyak dikunjungi orang. Salah satu syarat menjadi desa wisata yakni memiliki potensi alam yang indah serta tradisi yang menarik. Jadi, selain potensi alam, masyarakat juga bisa memberdayakan potensi budaya yang ada di wilayah setempat.

Infografik desa wisata di Jawa Tengah. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Tujuan utama desa wisata yakni mengelola potensi wisata dengan baik sehingga dapat meningkatkan perekonomian warganya. Wisata yang ada di desa dapat menarik pengunjung untuk berwisata di desa tersebut. Kesempatan itu dapat dimanfaatkan warga untuk mencari keuntungan lewat berjualan.

Desa Kandri yang terletak di Kecamatan Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah adalah salah satu dari sekian desa wisata yang ada. Menurut Kepala Bidang Kelembagaan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Semarang Giarsito Sapto Putratmo Desa Kandri bakal ditingkatkan menjadi desa wisata internasional.

"Saat ini Desa Kandri disiapkan menjadi desa wisata internasional. Bakal ada pertunjukan budaya dari seluruh negara ASEAN di sana," tutur Sapto.

Baca juga:
Kampung-kampung yang Bersolek untuk Jadi "Wisata Digital"
Hari Ini Google Rayakan Hari Lahir Bapak Film Indonesia

Sapto juga mengaku hal itu meningkatkan pendapatan warga Desa Kandri. Selain itu, lingkungan desa juga lebih terjaga sebab banyak pengunjung berdatangan. Warga pun bersikap lebih ramah untuk menjamu para wisatawan.

Semoga keberadaan desa wisata tetap eksis ya, Millens. Namun, harus diperhatikan juga kelestarian alam desanya, jangan sampai keindahan alam itu tercoreng dengan sampah-sampah yang berserakan ya. (TS/IP)