Kisah Kelam di Balik Hari Buruh

Peringatan May Day kerap kali diidentikkan dengan demo besar-besaran yang dilakukan para buruh. Seperti apa sih sejarah hari buruh sebenarnya?

Kisah Kelam di Balik Hari Buruh
Infografik sejarah Hari Buruh. (Inibaru.id/Nafis Ghiffary)

Inibaru.id – Pemilihan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional bukan tanpa alasan. Tanggal itu dipilih untuk menghormati perjuangan para buruh di Amerika Serikat untuk mendapatkan keadilan dari pemerintah.

Pada awal abad 18, buruh di Amerika Serikat sangat diforsir. Mereka bekerja selama 20 jam per hari. Hal itu lantas membuat sejumlah buruh di Amerik Serikat melakukan mogok kerja.

Infografik Sejarah Hari Buruh. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Pada 1872, Peter McGuire dan Matthew Maguire menginisiasi buruh-buruh di New Jersey, Amerika Serikat untuk menuntut pengurangan jam kerja. Kedua orang inilah yang dianggap berjasa dalam mencetuskan Hari Buruh. Pada tahun yang sama, buruh di Kanada juga menuntut pengurangan jam kerja yakni menjadi 8 jam per hari.

Karena belum dikabulkan, para buruh kembali menyuarakan tuntutan itu pada 1882. Para pekerja di New York, AS mengadakan demo besar-besaran untuk menuntut keadilan. Dalam tuntutannya, para buruh meminta kebijakan 8 jam kerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam rekreasi.

Melihat perjuangan para buruh, Federation of Organized Trades and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei sebagai Hari Perjuangan Kelas Pekerja Dunia pada Kongres Internasional pertama yang dilangsungkan di Jenewa, Swiss pada 1886. Bertepatan dengan hari itu, aturan pengurangan jam kerja menjadi 8 jam per hari mulai diberlakukan di Kanada.

Namun, peraturan itu masih belum berlaku di negara bagian Amerika lainnya. Hal itu membuat para buruh kembali berdemo pada 1 hingga 4 Mei 1886. Pada hari terakhir, terjadilah tragedi Haymarket yakni penembakan para demonstran oleh polisi yang menyebabkan ratusan buruh tewas.

Untuk menghormati para buruh yang mati maupun ditahan, Kongres Sosialis Dunia kemudian menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia atau yang kerap disebut May Day.

Nah, di Indonesia peringatan Hari Buruh baru terasa selepas Orde Baru tumbang. Namun, saat itu, pemerintah belum menetapkannya sebagai hari libur. Hari Buruh baru ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2013 silam yakni pada masa pemerintahan Presiden SBY. Hal itu tertulis di Keppres Nomor 24 tahun 2013 tentang Penetapan 1 Mei sebagai Hari Libur Nasional.

Kendati demikian, hingga saat ini masih ditemukan perlakukan semena-mena kepada para buruh. Inilah yang membuat para buruh melakukan demo besar-besaran setiap 1 Mei. (IB18/E04)