Kering di Mana-Mana, Sudahkah Kamu Hemat Air?

Kampanye hemat air barangkali terdengar remeh dan nggak diperlukan. Namun, nyatanya kasus kekeringan terjadi di mana-mana. Duh!

Kering di Mana-Mana, Sudahkah Kamu Hemat Air?
Infografik kekeringan di Jawa Tengah. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Inibaru.id - Nggak dimungkiri, air merupakan kebutuhan fundamental bagi makhluk hidup. Mandi? Butuh air. Mencuci? Sama. Air juga nggak hanya dibutuhkan manusia, hewan dan tumbuhan pun butuh air.

Namun, kalau musim kemarau begini, air adalah barang yang langka. Perlu kamu tahu, pada 2018 ini kekeringan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah. Ada 22 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan seperti ditulis Kompas.com (24/8/2018).

Beberapa daerah yang mengalami kekeringan ekstrem adalah Kabupaten Grobogan yang memiliki 12 kecamatan dan 37 desa terdampak. Menurut Idntimes.com (2/8), sejumlah daerah juga nggak memperoleh hujan, misalnya Kecamatan Bangsri di Kabupaten Jepara sempat kekeringan selama 113 hari.

Infografik kekeringan di Jawa tengah pada 2018. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Duh! Padahal, dampak kekeringan itu dahsyat banget, lo, Millens. Kalau sumber air berkurang, manusia nggak bisa minum, mandi, mengepel, dan sebagainya. Kualitas kebersihan pun akhirnya menurun. Beragam penyakit juga rawan muncul.

Selain itu, tanaman-tanaman yang mati juga berpengaruh pada ketersediaan oksigen dan sumber daya alam. Di sisi lain, kekurangan air pada sektor pertanian berdampak pada perekonomian masyarakat.

Konon, apa pun yang berada dekat dengan kita baru terasa kalau hilang. Air pun juga begitu! Coba, deh, kalau air di rumahmu mati seharian, pasti uring-uringan banget, kan?

Kalau sudah tahu begini, yuk kita tingkatkan lagi kepedulian terhadap air! (IB08/E04)