Apa sih Aliran Komik Favoritmu?

Setiap pencinta komik pasti punya gaya komik favorit masing-masing. Ada yang menyukai suatu gaya karena idealisme atau sekadar suka saja. Kalau kamu lebih suka yang mana Millens?

Apa sih Aliran Komik Favoritmu?
Infografik aliran komik. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Inibaru.id – Sobat Millens suka baca komik nggak? Kalau iya, komik seperti apa sih yang biasanya kamu baca? Saras 008, Crayon Shinchan, Doraemon atau malah Naruto?

Setiap orang pasti punya preferensi komik masing-masing. Ada yang suka komik penuh warna, ada yang malah suka komik hitam putih. Nah, nyatanya komik memang ada bermacam-macam. Perbedaan komik itu dipengaruhi aliran yang dianut komikus. Gaya atau aliran itu bisa kamu lihat dari sentuhan gambar, alur cerita, hingga media publikasinya.

Brainly.co.id (13/1/2018) menulis, setidaknya ada empat gaya utama dalam komik yakni Cartoon Style, Semicartoon Style atau Semirealism Style, Realism Style, dan Fine Art Style. Keempat gaya itu tentu punya karakteristik berbeda.

Infografik aliran komik. (Inibaru.id/Nafis Ghifary)

Eits, nggak cuma komikus yang dipengaruhi gaya komik, Millens. Para pencinta komik juga punya gaya kesukaan masing-masing dalam memilih komik mana yang pengin dia baca.

Ridho Ahmad, mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Diponegoro mengatakan dia lebih menyukai komik bergaya realis. Menurut Ridho, komik realis terasa lebih nyata dan menggambarkan kehidupan sehari-hari.

“Jadi kayak baca cerita sehari-hari saja. Ringan, tapi nggak jarang juga komik realis berisi kritikan dan isu-isu serius,” kata penyuka komik dalam serial web itu.

Nggak cuma membaca komik, Ridho juga hobi menggambar komik dengan gaya kesukaan yang sama nih. Belum lama ini dia juga mengikuti seleksi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) di kampusnya dalam tangkai lomba menggambar komik strip.

“Nggak lolos sih. Tapi setidaknya aku berkesempatan untuk membuktikan bakatku agar nggak cuma jadi konsumsi pribadi saja,” tambahnya.

Sementara itu, Ali Fakhruri lebih menyukai komik dengan gaya fine art. Bagi mahasiswa tingkat akhir Universitas Diponegoro itu, komik fine art lebih sarat akan nilai seni.

“Bagi sebagian orang, komik fine art mungkin terlihat nggak jelas. Padahal, di baliknya ada banyak makna lo,” kata mahasiswa asal Tegal itu.

Ali menambahkan, untuk memahami makna komik fine art terkadang pembaca memang perlu berpikir ekstra. Membaca hingga dua atau tiga kali nggak ada salahnya untuk menghindari salah tafsir.

Well, bagaimana Millens? Kamu lebih suka baca komik dengan gaya apa nih? (Mayang Istnaini/E04)