Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Kawista, Maskot Rembang yang Berpeluang Diekspor

Buah kawista yang dijadikan maskot Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini nggak sepopuler bebuahan yang biasa mejeng di lapak buah. Perlu dibudidayakan benar-benar karena tetap punya peluang jadi komoditas ekspor.

Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Kawista, Maskot Rembang yang Berpeluang Diekspor
Buah kawista (Limonia acidissima) (pertanian99.com)

Inibaru.id –  Barangkali buah ini kurang populer. Selain bukan buah yang selalu mejeng di lapak bebuahan, atau buah musiman yang selalu diburu kala musimnya tiba, juga nggak banyak dibudidayakan. Tempat tumbuhnya pun nggak banyak. Jangankan di Nusantara, di Pulau Jawa saja tempat pohon buah ini bertakhta bisa dihitung dengan jari.

Nama buah itu kawista atau Kawis yang secara ilmiah disebut Limonia acidissima. Di Pulau Jawa, pohon penghasil buah ini banyak dijumpai di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Wajar saja, kawista lalu dijadikan flora identitas kabupaten paling timur di pantai utara Jawa Tengah itu.

Mengapa kurang populer? Memang sih buah itu bisa dimakan langsung. Tapi baunya yang menyengat membuat kurang disukai. Lagian nggak banyak gerai buah yang menjualnya. Pemanfaatan buah itu lebih banyak dijadikan sirup atau dodol. Dan sirup kawista termasuk jadi andalan daerah Rembang.

Mari kita tilik lebih jauh buah yang jadi maskot Rembang ini.

Baca juga:
Batuk atau Gangguan Menstruasi? Makan Kawista Deh!
Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Kijang, Si Gesit dari Lasem, Rembang

Dikutip dari laman alamendah.org, selain dikenal dengan nama kawista atau kawis di Jawa, orang Bali menyebutnya kusta (wow, nama yang mengingatkan kita pada penyakit yang mengerikan, ya). Dalam bahasa Inggris, tanaman ini dikenal sebagai indian woodapple atau elephant apple. Dari nama versi Inggris itulah terketahui bahwa kawista berasal dari India.

Demen Daerah Kering

Perlu Millens ketahui, pohon kawista menyukai daerah kering. Batangnya relatif kecil dan bisa mencapai tinggi hingga 12 meter dengan cabang dan ranting yang ramping, serta memiliki kebiasaan meluruhkan daunnya. Cabang pohonnya biasa ditumbuhi duri. Daunnya majemuk berukuran panjang hingga 12 sentimeter, dan anak daunnya berhadapan, dua sampai tiga pasang.

Bunga kawista biasanya bergerombol dengan warna putih atau hijau dan kemerahan. Bunga keluar dari ketiak daun atau terletak di ujung ranting. Buah kawista berbentuk bulat, berkulit keras dan bersisik, dengan warna cokelat keputih-putihan. Daging buahnya berbau harum (ada yang menyebutnya menyengat) berwarna cokelat kehitaman.

Oya, buah kawista yang telah cukup masak akan jatuh dengan sendirinya. Karena kulit buahnya yang keras, meskipun jatuh buah ini tidak akan rusak.

Habitat dan Penyebaran Kawista

Seperti sudah disebutkan, pohon kawista tumbuh di daerah tropis dengan kondisi tanah yang kering. Tumbuhan ini merupakan tanaman dataran rendah yang mampu tumbuh hingga pada ketinggian 400 mdpl. Secara alamiah, pohon ini tumbuh di Sri Lanka, India, Myanmar, dan Indochina, kemudian menyebar hingga ke Malaysia dan Indonesia. Pohon Kawista juga sudah dikenalkan ke Amerika. Di Indonesia, Kawista tumbuh alami di daerah pesisir utara pulau Jawa.

Baca juga:
Ketika Setiap Daerah Butuh Maskot Flora dan Fauna
Pesolek Itu Jadi Maskot Fauna Jawa Tengah

Ya, begitulah nasib kawista yang masih kalah populer dari banyak buah lain. Semoga saja selanjutnya, buah ini akan dieksplorasi dan dimanfaatkan nggak sekadar jadi sirup dan dodol. Apa pasal? Srilanka sudah mengeskpor buah ini. Orang Amerika juga sudah dikenalkan dengan buah ini. Jadi, tetap ada peluang menjadikan kawista sebagai komoditas ekspor, kan? (EBC/SA)

Klasifikasi ilmiah

Kerajaa: Plantae

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Magnoliopsida

Ordo: Sapindales

Famili: Rutaceae

Genus: Limonia

Spesies: Limonia acidissima