Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Jalak Suren, Pengoceh Bandel Kecintaan Purbalingga

Burung ini punya beberapa kualitas yang menjadikannya populer banget, khususnya bagi kicaumania. Dua kabupaten di Jawa Tengah, Purbalingga dan Tegal, memuliakannya sebagai maskot. Namanya jalak suren (Sturnus contra).

Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Jalak Suren, Pengoceh Bandel Kecintaan Purbalingga
Jalak suren (Sturnus contra) (alamendah.org)

Inibaru.id – Burung ini punya banyak julukan. Semua julukan itu hampir semuanya bagus. Ia burung penjaga rumah yang bisa diberdayakan mirip anjing penjaga. Wajar saja, burung ini peka terhadap sekitar.

Ia juga kondang sebagai pengoceh yang bandel dan cerewet. Kualitas terakhir itulah yang jadi kecintaan para penggemar burung kicauan a.k.a oceh-ocehan.

Millens tahu burung apakah itu? Namanya jalak suren yang bersebutan ilmiah Sturnus contra. Dan untuk Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, jalak suren ini diistimewakan banget. Maklum, ia adalah maskot fauna, yang bersandingan dengan buah duwet alias juwet alias jamblang yang jadi maskot floranya (Soal duwet ini disajikan dalam tulisan lain dalam kanal Indo Hayati inibaru.id)

Mau tahu lebih banyak tentang burung ini?

Disarikan dari laman alamendah.org, burung yang dalam bahasa Inggris disebut Asian Pied Starling atau Pied Myna ini termasuk dalam famili Sturnidae yang bisa dijumpai di hampir seluruh Indonesia terutama di Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Selain itu jalak suren tersebar juga di berbagai negara seperti Bangladesh, Bhutan, Kamboja, Tiongkok, India,Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, dan Thailand.

Baca juga:
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Duwet, Si Ungu Kebanggaan Purbalingga
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Pohon Salam, Maskot Bumi Sukowati

Wikipedia menulis, spesies jalak ini ditemukan di Anak Benua India dan Asia Tenggara. Biasanya ditemukan dalam kelompok kecil di kaki lembah dan dataran rendah. Acap kali burung ini dijumpai di kota atau perdesaan

 Jalak suren memiliki beberapa variasi bulu dalam populasinya, dan sampai saat ini sudah teridentifikasi lima subspesiesnya.

Ukuran tubuhnya sedang, sekitar 24 cm. Bulunya berwarna hitam dan putih. Bagian putih ada di dahi, pipi, garis sayap, tunggir, dan perut. Adapun bulu di dada, tenggorokan, dan tubuh bagian atas berwarna hitam (cokelat saat remaja).

Iris mata burung ini berwarna abu-abu. Kulit tanpa bulu di sekitar mata berwarna jingga. Paruhnya merah dengan ujung putih. Adapun kaki berwarna kuning. Suaranya seperti teriakan yang ribut, sumbang, dan riang.

Biasanya burung yang hidup dalam kelompok kecil ini menghuni daerah terbuka dekat pemukiman di dataran rendah. Kebanyakan mencari makan di atas tanah, yaitu cacing dan satwa kecil lainnya. Mereka bergabung dalam kelompok ketika beristirahat pada malam hari.

Tenang, Masih Aman kok

Masih banyakkah populasi jalak suren? Kamu nggak perlu khawatir.  Tenang saja, IUCN Redlist mengategorikannya dalam status konservasi “Least Concern” atau “Berisiko Rendah”.

Mau bukti? Ya, meskipun di Indonesia, jalak suren  mulai sulit ditemukan di habitat aslinya, tapi kamu akan menjumpai jumlahnya yag banyak di pasar-pasar burung dan dijadikan peliharaan. Ini lantaran jalak suren adalah favorit bagi para kicaumania alias pencinta burung.

Popularitas sebagai burung favorit inilah yang jadi alasan jalak suren dijadikan maskot daerah. Nggak hanya Kabupaten Purbalingga, satu daerah lain di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Tegal, juga menjadikan jalak jenis ini sebagai maskotnya.

Oya Millens, nggak sekadar difavoriti para kicaumania, jalak suren ini punya nilai kultural atau budaya yang tinggi. Mengutip Wikipedia, jalak suren cenderung dianggap menguntungkan oleh petani karena burung ini memangsa serangga yang dapat merusak panen. Bahkan, dalam kebudayaan Sema Naga, salah satu suku Naga Besar di India, orang-orangnya memercayai bahwa jalak suren merupakan reinkarnasi manusia. Alhasil, mereka nggak mau memakan burung ini.

Baca juga:
Senarai Flora Identitas Daerah di Jawa Tengah: Indah Berkhasiat Srigading Pemalang
Senarai Fauna Identitas Daerah di Jawa Tengah: Cuitan Indah Kacer dari Pemalang

Nah, kalau ingin membuktikan beberapa kualitas jalak suren ini, kamu bisa mencoba memiaranya. Soal harganya? Ya, bervariasi dan nggak sedikit yang terbilang mahal banget. Maklum, nilai burung ini sebagai oceh-ocehan tinggi banget. Tapi kalau sudah demen, uang sering jadi nomor sekian, bukan? (EBC/SA)

Klasifikasi ilmiah

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves

Ordo: Passeriformes

Famili: Sturnidae

Genus: Sturnus

Spesies: Sturnus contra