Tips dari Sineroom agar Kamu Jadi Film Maker Tangguh

Untuk menjadi pembuat film ternama, kamu perlu melewati serangkaian proses. Sineroom memberikan saran-sarannya agar kamu nggak mudah menyerah menjadi pembuat film.

Tips dari Sineroom agar Kamu Jadi <em>Film Maker</em> Tangguh
Ardian Agil Waskito (kiri) dan Erma Yulianti (kanan) dari Sineroom Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Untuk menjadi yang terbaik di bidang yang kamu tekuni, tentu kamu perlu bekerja lebih keras dan tahan banting dibanding orang lain. Hal ini juga berlaku untuk kamu yang bercita-cita menjadi film maker. Kamu yang berambisi menjadi pembuat film harus banget mendengar saran dari Sineroom Semarang ini.

Ardian Agil Waskita, Koordinator Sineroom Semarang mengungkapkan, penilaian dari banyak orang sangat diperlukan. Semakin banyak yang menilai, semakin kamu mengerti di mana letak kekurangan dan kelebihan film yang kamu buat.

"Banyak pembuat film yang berhenti pada penilaian teman-teman terdekatnya saja. Padahal bisa saja khazanah menonton film teman-temannya itu belum seberapa, sehingga penilaian nggak terlalu dalam,"ucap Ardian saat perayaan ulang tahun ke-4 Sineroom di Tekodeko Koffiehuis, Kamis (8/8).

Bisa saja teman-temanmu bilang bagus tapi ketika dikirim ke Sineroom nggak bisa ditayangkan. Nah, kalau sudah begitu jangan cepat menyerah ya. Kamu nggak sendiri.

Kata Erma Yulianti, Program Manager Sineroom, cukup banyak, lo film maker yang mengirim film untuk ditayangkan di Sineroom. Bahkan pernah mencapai 60-an dalam satu bulan. Wah!

“Di Sineroom memang kami selektif. Harus sesuai standar. Selain itu juga film yang masuk nggak cuma satu dua tapi bisa sampai 60-an. Dalam pemutaran pun dalam jangka waktu sebulan bisa dua kali saja sudah bersyukur banget, dan dalam sekali pemutaran saja durasi film nggak semua pendek, ada yang punya durasi panjang juga. Jadi oleh karena itu, nggak semua film bisa kami tayangkan,” jelasnya.

Beberapa faktor yang menjadi dasar sebuah film nggak bisa ditayangkan antara lain nggak lolos penyeleksian, atau memang belum waktunya ditayangkan. Sebaiknya kamu dan tim menjadikan kegagalan ini motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.

Ardian juga menambahkan kalau jangan terbuai dengan pujian. Bukan malah mendongkrak, menurutnya pujian itu bisa berdampak sebaliknya.

“Saran saya untuk para film maker pemula, mungkin jangan cepat puas dengan pujian. Kalau kamu belum jadi apa-apa sudah bangga dengan sejumlah pujian yang dilayangkan, jangan harap perjalananmu bakal panjang,” tutup Ardian.

Nah, jadi seperti itu ya, Millens, hal yang harus ditekankan kepada pembuat film pemula. Saran dari Sineroom itu mungkin bisa kamu terapkan. (Audrian F/E05)