The Great 50 Show, Tajuk Perayaan Perjalanan Emas OCI

<em>The Great 50 Show</em>, Tajuk Perayaan Perjalanan Emas OCI
The Great 50 Show. (Inibaru.id/ Audrian F)

Tajuk "The Great 50 Show" dipilih untuk memeringati perjalanan 50 tahun Oriental Circus Indoenesia dalam mementaskan pertunjukan sirkus. Seperti apa awal mula terbentuknya OCI?

Inibaru.id - Seorang anak di Shanghai, Tiongkok, jatuh cinta kepada sirkus nomaden. Aksi-aksi apik akrobatik yang dia saksikan membuatnya bergabung. Sayangnya, dia harus berlayar ke Indonesia dan meninggalkan kelompok sirkusnya.

Cintanya terhadap dunia sirkus ternyata nggak luntur meski dia telah beralih profesi menjadi seorang pedagang. Hingga akhirnya dia mendapati ketiga anaknya memiliki ketertarikan yang sama.

Keluarga ini lantas membuat kelompok sirkus dengan pentas dari satu alun-alun ke alun alun lainnya. Mereka menamai diri Oriental Circus Indonesia (OCI). Kisah inilah yang selalu diangkat dalam pertunjukan "The Great 50 Show".

Salah satu pertunjukan dalam The Great 50 Show. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Konsep dari sirkus sendiri sebetulnya berkisah bagaimana perjalanan pendiri sirkus OCI ini. Cuma di sini kami mengolahnya dalam bentuk yang lebih modern,” jelas Josh Kunze selaku Rising Star, Kamis (19/9).

Berdirinya sejak 1967, OCI menjadi kelompok sirkus tertua di Indonesia. Pendiri OCI bernama Hadi Manansang, anak yang dikisahkan cinta mati pada sirkus tadi. Bersama anaknya, Frans Manansang, dia telah singgah dari satu kota ke kota lainnya mempertontonkan atraksi terbaiknya. Kini bisnis ini dilanjutkan anak Frans Manansang yaitu Hans Manansang.

Pada pertunjukan yang digelar di Semarang, tajuk “The Great 50 Show”, Menurut Yusuf Bahtiar, Koordinator Guest Service, memang diangkat untuk memeringati perjalanan OCI yang sudah menyentuh tahun emas.

“The Great 50 Show ini kami jadikan judul dalam rangka untuk merayakan perjalanan kami OCI selama 50 tahun,” katanya.

Pemain sirkus OCI nggak cuma datang dari Indonesia. Justru sebagian besar berasal dari luar negeri seperti Mongolia atau Tiongkok.

Pertunjukan gymnastic. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Memang kami casting pemain sirkusnya dari negara-negara seperti Mongolia atau Cina. Namun ada juga yang dari Indonesia, yaitu pemain sirkus yang beratraksi dengan cara gymnastic yang badannya lentur dan dilempar-lempar. Kemudian yang main Trapeze,” jelas Yusuf.

Jika biasanya permainan sirkus melibatkan binatang, OCI sudah nggak memakai binatang untuk atraksi.

“Kami sudah tidak menggunakan hewan. Hal itu juga merujuk dari undang-undang PBB yang melarang digunakannya hewan sebagai pemain sirkus,” ujar Yusuf lagi.

Setelah pertunjukan di Semarang rampung pada 31 Oktober nanti, OCI masih akan menyambangi kota-kota lainnya. Sayangnya, belum diketahui secara jelas di mana mereka akan singgah.

Semoga untuk pertunjukan selanjutnya, Oriental Circus Indonesia akan mampir di kota kamu ya. (Audrian F/E05)

Tags : #KotaSemarang