Begini Cara Tunanetra Menikmati Film

Begini Cara Tunanetra Menikmati Film
Suasana nonton bareng penyandang tunanetra. (Inibaru.id/ Zulfa Aniisah)

Buatmu yang diberikan anugerah sehat dan panca indera lengkap dari Tuhan, pasti sudah terbiasa dengan menonton film. Tapi bagaimana jika penyandang tunanetra yang menonton film ?

Inibaru.id - Bukan gurauan, Komunitas Sahabat Mata (KSM) benar-benar menggelar nobar untuk tunanetra pada Minggu (19/5) kemarin. Dengan menggandeng Sineroom, para penyandang tunanetra diajak untuk menikmati film The Unseen World. Acara ini adalah rangkaian dari Pesantren Ramadan yang digelar selama beberapa hari.

Meskipun nggak bisa melihat, peserta yang hadir tetap antusias dengan film yang diputar. Film ini bercerita tentang kegiatan latihan ketoprak para penyandang tunanetra yang tergabung dalam Kelompok Ketoprak Distra. Penasaran dengan cara memahami film, saya menemui Alfi, salah satu peserta. Dia mengaku menikmati film dari indera lain selain mata. “Saya mendengarkan dan merasakan,” tutur Alfi.

Hal ini senada dengan yang dikatakan Basuki, ketua yayasan KSM. Menurutnya, peserta yang hadir kali ini dituntut untuk menggunakan pendengaran dan indera yang lain. “Mereka menikmati film dari suara saja, tapi hal tersebut bisa mengembangkan imajinasi mereka. Karena nggak bisa lihat, maka imjinasinya bisa menginterpretasikan apa saja,” tandas Basuki.

Suasana diskusi film The Unseen World. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Basuki menggambarkan kegiatan menonton film ini dengan membaca buku. Pembaca yang hanya memahami kata bisa menerjemahkan visualnya dalam bentuk apa saja. Sama halnya dengan tunanetra yang menonton film ini. Dengan audio saja, peserta bebas memvisualisasikan film ke apa saja.

Jauh dari kata bisik-bisik mendiskusikan film, peserta nobar ini mendengarkan dengan khusyuk. Meski beberapa dari mereka kelelahan dan memutuskan tidur, suasana nonton film terasa sangat menyentuh hati.

Selepas pemutaran film, sesi diskusi pun dimulai. Salah satu peserta yang juga menjadi pemain dalam film yang diputar turut memberikan testimoni dalam latihan kethoprak. Menurutnya, kesulitannya dalam bermain kethoprak dengan sesama penyandang tunanetra adalah dalam koordinasi. “Seringkali yang dipanggil 1 orang, yang nyaut beberapa orang,” tuturnya.

Melihat semangat peserta nonton bareng yang satu ini patut banget diapresiasi. Selain sangat menginspirasi, usaha mereka untuk dapat hidup layak seperti masyarakat yang lain sangat menyentuh hati. Duh, jadi tamparan keras kalau lupa bersyukur ya, Millens. (Zulfa Anisah/E05)