Tampilkan Dira Sugandi dan Ardhito Pramono, Soegijazz 2019 Suguhkan Jazz Seutuhnya

Tampilkan Dira Sugandi dan Ardhito Pramono, Soegijazz 2019 Suguhkan Jazz Seutuhnya
Soegiband, nggak kalah memukau dibanding dua bintang tamu lainnya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Mengusung tema "All About Jazz", Soegijazz 2019 menampilkan banyak musisi jazz dengan gelaran acara 12 jam non-stop

Inibaru.id - Pagelaran musik yang rutin digelar tiap tahun oleh Unika Soegijapranata Semarang yakni “Soegijazz”, hadir kembali. Di tahun 2019 yang mana memasuki tahun ke 5 penyelenggaran ini, Soegijazz mengusung tema “All About Jazz”.

Kali ini Soegijazz menerapkan konsep acara yang berbeda, Millens. Digelar di Halaman kampus Unika Soegijapranata pada Rabu (28/8), acara tersebut digelar selama 12 jam nonstop. Panggungnya pun nggak hanya satu tapi ada dua, yakni di depan Gedung Yustinus dan panggung lainnya di halaman depan gedung Thomas Aquinas.

Dira Sugandi menghibur penonton. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Di tahun ini kami akan buat konsep yang berbeda. Di Soegijazz kali ini akan ada dua panggung. Dengan dua panggung ini kami maksudkan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi musisi Jazz di Soegijazz tahun ini,” kata ketua acara Christian Moniaga.

Sejak dari pukul 12.00 siang. Band-band jazz lokal Semarang dan sekitarnya saling unjuk penampilan. Tercatat ada sejumlah nama seperti, Voxcom Acapella, Soegiband yang merupakan grup dari dosen dan tenaga kependidikan Unika, MOE Project, CGT BGT, EDnAB, Fragile Sticker, Mbahro Jazz, Komunitas Jazz Solo (Aditya Ong Trio). Ditambah ada coaching clinic jazz dari Jazz Ngisor Ringin.

Soegijazz 2019. (Inibaru.id/ Audrian F)

Memasuki malam hari, kerumunan terbentuk. Orang-orang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan dua bintang tamu utama acara Soegijazz ini yaitu Ardhito Pramono dan Dira Sugandi.

“Acaranya seru banget. Belum pernah saya menemukan acara mahasiswa yang seperti ini dengan menghimpun mahasiswanya sendiri dan di luar mahasiswa. Penontonnya pun bikin saya semangat nyanyi karena apresiatif,” ujar Ardhito Pramono.

Ardhito Pramono. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sementara itu, Wakil Rektor IV Unika Soegijapranata Semarang, Benny D Setianto menngungkapkan alasan Unika memilih musik jazz sebagai event tahunan.

“Unika tetap konsisiten mempertahankan even tahunan tersebut sebagai event jazz yang tetap fokus pada musik jazz dan tak disusupi aliran musik lainnya. Ketika mengapa kita pilih musik jazz sebagai ikon yang melekat di kampus ini adalah karena musik jazz penuh dengan improvisasi. Musik di dalamnya seakan melengkapi dan penuh harmoni,” jelasnya.

Wah, cukup seru juga ya kalau ada event jazz tahunan seperti ini khususnya di Kota Semarang. Semoga Soegijazz bisa lebih baik dari tahun ke tahun ya, Millens. (Audrian F/E05)