Semarang Award Jadi Bentuk Atensi Terhadap Para Tokoh Pertempuran 5 Hari

Bangsa yang besar adalah bangsa yang nggak melupakan jasa pahlawan. Melalui Semarang Award Pertempuran 5 Hari, Kota Semarang pengin mengapresiasi perjuangan para tokoh dalam melawan tentara Jepang.

Semarang Award Jadi Bentuk Atensi Terhadap Para Tokoh Pertempuran 5 Hari
Wali Kota Hendrar Prihadi menyalami salah seorang pejuang Pertempuran 5 Hari yang masih hidup hingga saat ini di Museum Mandala Bhakti. (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Ada yang berbeda dalam peringatan pertempuran 5 hari di Semarang yang dilaksanakan pada Senin (14/10) malam. Kalau biasanya peringatan hanya diisi dengan upacara dan teatrikal, kali ini ada juga pemberian penghargaan kepada tokoh yang punya peran penting di Pertempuran 5 Hari.

Penghargan bertajuk “Semarang Awards Pertempuran 5 Hari” itu dilaksanakan selepas pertunjukan teatrikal. Ikatan Alumni (IKA) FIB Undip bersama Pemerintah Kota Semaranglah yang menginisiasi acara tersebut karena dirasa penting.

“Apa pun jasa para tokoh ketka berjuang tidak boleh dilupakan begitu saja. Harus selalu diingat dan dihargai. Itulah sikap budaya yang patut dipertahankan sampai kapan pun waktunya,” ujar Ketua IKA FIB Undip Agustina Wilujeng Pramestari.

Semura tokoh yang mendapat penghargaan telah melalui seleksi, Millens. Tim penyeleksi yang terdiri atas Guru Besar Sejarah Unnes Prof. Dr. Wasino MHum dan Guru Besar Sejarah Undip Prof. Dr. Yetti Rochwulaningsih MSi telah memeriksa jejak sejarah para tokoh tersebut. Hasilnya, 16 orang dipilih.

Mereka adalah Dr Kariadi beserta istri Drg Soenarti, Wongsonegoro, Bambang Soebiandono, Hetami, Soedijono Kartonegoro, Darmono, Agoeng Rachmad, MA Iswanto, Djoes’an, Singgih Prayitno, Sukinah, R Toernomo Hadiwijoyo, Hasan Noerhadi, Doel Samad, dan Soelijah.

Sejumlah kerabat dan saudara para pejuang pertempuran 5 hari yang mewakili penerimaan penghargaan berfoto bersama. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sayangnya, sebagian besar tokoh diwakilkan oleh keluarga dan kerabat dekat karena sudah meninggal seperti Alm. Bambang Soebiandono yang adalah ayah dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Koemolo dan Hetami, pendiri koran Suara Merdeka. Namun ada juga yang masih hidup seperti Agoeng Rachmad dan MA. Iswanto.

Hendrar Prihadi juga memaknai penting penghargaan kepada para tokoh yang telah berjuang untuk Kota Semarang ini.

“Mereka adalah saksi bagaimana kemerdekaan itu nggak mudah didapatkan. Selain itu, penghargaan ini sebagai ucapan terima kasih dari Kota Semarang. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya” kata Hendi.

Hendi juga menambahkan kalau para tokoh tersebut nggak hanya diberikan penghargaan, tapi juga akan diberikan perhatian jangka panjang.

“Oh, jelas nggak cuma penghargaan ini saja, namun ada sejumlah uang tunai lain dan atensi untuk ke depannya,” tandas Hendi.

Mudah-mudahan penghargaan tersebut berguna buat para tokoh ya, Millens. (Audrian F/E05)

Tags : #KotaSemarang