Segera Rilis Album, Serempet Gudal Siapkan 12 Lagu

Serempet Gundal akan merilis album baru November mendatang. Ada lagu apa aja ya dari band unik ini?

Segera Rilis Album, Serempet Gudal Siapkan 12 Lagu
Serempet Gudal (Serempet Gudal)

Inibaru.id – Kamu yang di Semarang pasti nggak asing dengan band Serempet Gudal. Ya, band yang digawangi oleh Sella (vokal), Ajeng (vokal), Eka (gitar), Bondan (gitar), Ennok (bass), Yulianto (keyboard), Panji (kendang), Inu (drum), Lutfi (marakas), dan Bonci (marakas) ini akan siap-siap merilis album terbaru mereka pada November mendatang. Wah, harus segera sisihin uang saku, nih!

Band yang lahir pada 3 Mei 2007 ini masih akan fokus mengangkat tema-tema sosial dalam album kedua mereka. Pertengahan Mei ini, mereka juga telah merilis lagu terbaru mereka yang berjudul "Dear PSIS".

“Jadi tahun kemarin kami janji pada PSIS (Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang), kalau PSIS bisa naik dari Liga 2 ke Liga 1, kami akan membuatkan lagu untuk mereka. Ternyata nazarnya terkabul, jadi kami buatkan lagu tersebut tahun ini sebagai bentuk dukungan kami,” tutur Erick, manajer Serempet Gudal.

Selain lagu tentang klub sepakbola Semarang tersebut, Serempet Gudal juga menciptakan lagu tentang bahaya narkoba yang berjudul "Yo Maman Yo". Erick mengungkapkan, lagu ini diciptakan untuk mengimbau anak muda supaya mereka waspada terhadap narkoba.

Serempet Gudal. (Qubicle.id)

Meski enggan membocorkan judul album terbaru mereka, Erick menyebutkan, pada album ini Serempet Gudal akan lebih mengeksplorasi warna musik mereka.

“Kami kan fokus ke orkes, tapi juga divariasi dengan metal, jazz, rock, dan lain-lain supaya lebih berwarna,” tambahnya.

Selain merilis album, satu mimpi yang masih dipupuk Serempet Gudal adalah untuk berkolaborasi dengan Pengantar Minum Racun (PMR), grup band legendaris pada 1980-an. Yap, bagi Serempet Gudal, PMR adalah salah satu band yang memengaruhi musikalitas mereka. Selain PMR, The Produk Gagah dan Pemuda Harapan Bangsa juga menjadi inspirasi band yang diawali dari kampus Universitas Dianuswantoro Semarang ini.

“Nanti pas rilis, kami berencana mau bikin konser tunggal. Jadi, Begudal Andal (sebutan penggemar Serempet Gudal) bisa beli album kami di sana atau di toko pernak-pernik kami,” pungkas Erick.

Serempet Gudal. (Youtube.com)

Berawal dari Teater

Sebelum membentuk Serempet Gudal, sepuluh personel band ini sejatinya sudah punya band masing-masing. Bermula dari seringnya berkumpul di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) teater Udinus, mereka kemudian sepakat untuk menamai band baru ini dengan cara mengocoknya seperti arisan. Dari beragam nama yang ditulis, keluarlah Serempet Gudal.

Kendati terkesan jorok, nama Serempet Gudal sejatinya memiliki makna yang mendalam bagi mereka. Gudal yang dalam bahasa Indonesia berarti kotoran gigi ini dimiliki oleh semua orang dari berbagai kalangan. Oleh karena itu, Serempet Gudal berharap musik mereka bisa dinikmati semua kalangan dan rezeki mereka terus menempel.

Serempet Gudal mengawali karirnya dari panggung teater kampus. Tawaran manggung pertama di luar kampus datang dari kafe Tebuko yang dulunya berlokasi di Sampangan, Kecamatan Gajah Mungkur. Nggak disangka, penampilan mereka mendapat apresiasi luar biasa dari pengunjung. Sejak itu, tawaran manggung mulai berdatangan.

Serempet Gudal. (Youtube.com)

Nggak hanya di Semarang, Serempet Gudal juga memperoleh apresiasi yang sama ketika manggung di Jakarta, Bali, dan Balikpapan. Dengan visi ingin memperkenalkan bahasa Jawa khas Semarangan ke seluruh Indonesia, band ini tetap mempertahankan karakter mereka untuk menggunakan lirik-lirik yang bertema Semarangan.

Semoga makin sukses, ya, Serempet Gudal! (Artika Sari/E03)