Angkat Tema Nasionalisme, Film Rumah Merah Putih Diharapkan Jadi Penyejuk Suasana Usai Pilpres

Angkat Tema Nasionalisme, Film <em>Rumah Merah Putih</em> Diharapkan Jadi Penyejuk Suasana Usai Pilpres
Sutradara, produser, dan sebagian pemain di film Rumah Merah Putih. (Medcom/Widjokongko)

Satu lagi film bertema nasionalisme akan segera tayang di bioskop Tanah Air. Film Rumah Merah Putih ini diharapkan bisa jadi pemersatu bangsa usai Pilpres.

Inibaru.id - Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen kembali merilis film bertema nasionalisme. Film bertajuk Rumah Merah Putih itu menceritakan kisah persahabatan anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan latar cerita menjelang hari kemerdekaan 17 Agustus.

Rumah Merah Putih bercerita tentang kehidupan anak-anak NTT yang sangat mencintai Indonesia, ” ujar Ari Sihasale saat konferensi pers di Jakarta seperti ditulis laman Antaranews, Senin (17/6/2019).

Nia Zulkarnaen mengatakan, film ini terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi pada tahun lalu ketika bendera merah putih nggak bisa dikibarkan di sebuah sekolah di Kabupaten Belu, NTT.

“Meski benderanya sempat nggak terbuka, mereka kemudian tetap menyanyikan Indonesia Raya sampai nangis. Kami menampilkan adegan itu supaya orang mengerti betapa besar kecintaan warga di gerbang terdepan untuk Indonesia,” tutur Nia.

Adegan dalam Rumah Merah Putih. (Liputan6)

Selain itu, Ari Sihasale juga mengatakan, film yang diproduksi Alinea Pictures ini sangat pas ditayangkan selesai pilpres seperti saat ini. Film ini diharapkan dapat merekatkan kembali persatuan dan tetap mencintai Indonesia meski berbeda pilihan.

“Cinta Indonesia menjadi pesan utama yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia, terutama setelah pilpres saat ini,” tambah Ari.

Film Rumah Merah Putih dijadwalkan akan tayang pada 20 Juni 2019 dengan menampilkan anak-anak asli NTT, yakni Petrick Rumalaklak dan Amori De Purivicacao.

Adegan dalam film Rumah Merah Putih. (Liputan6)

Dengan tayangnya film ini diharapkan dapat menambah kecintaan masyarakat terhadap Tanah Air. Meski berbeda-beda Indonesia tetap satu, ya, Millens. (IB18/E04)