Pointilis, Seni Merangkai Titik yang Melatih Kesabaran

Pointilis, Seni Merangkai Titik yang Melatih Kesabaran
lukisan yang dirangkai dari titik itu bernama pointilis. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dibanding seni yang lain, pointilis membutuhkan waktu yang nggak sebentar untuk diselesaikan. Cocok deh buat kamu yang latihan sabar. Yuk, kulik lebih lanjut!

Inibaru.id – Dari sekian banyak seni rupa, pointilis adalah satu yang asing buat saya hingga saya bertemu Imam Sahudi. Dalam selembar karton besar, lelaki yang akrab dipanggil Imam ini ini tampak khusyuk. Meski belum sempurna, saya bisa melihat motif bunga di sana. Bukannya menggores namun, imam tampak membuat gambar dengan cara menitikkan ujung pena ke media gambar.

Seperti namanya, pointilis merupakan teknik menggambar yang menitikberatkan pada penggunaan titik kecil atau sapuan kuas untuk membentuk suatu gambar. Titik-titik ini disusun sedemikian rupa sehingga menampilkan suatu objek yang tampak nyata.

Hal itulah yang kala itu dilakukan oleh Imam. Berbekal beberapa pulpen dengan warna primer, dirinya mulai menyusun titik-titik di atas karton dengan teliti. Nggak terhitung berapa ratus ribu titik yang sudah dia bubuhkan hingga saya bisa melihat dengan jelas sebuah gambar bunga yang cantik.

Butuh kesabaran! (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Butuh kesabaran! (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Menyaksikannya menggambar nggak ubahnya melihat sebuah pertunjukan seni. Lebih memuaskan dibanding melihatnya dari video instagram. Imam mengaku sudah sekitar lima tahun menekuni seni pointilis. Sebelumnya dirinya juga telah mencoba berbagai teknik menggambar.

Baginya, pointilis merupakan seni yang berguna untuk mengasah kesabaran. Hal ini agaknya benar karena untuk menyusun ribuan bahkan jutaan titik menjadi suatu objek tentu butuh ketelitian serta waktu yang nggak sebentar.

“Teknik melukis sket itu sudah biasa menurutku, pointilis ini bagiku bisa melatih kesabaran,” tutur lelaki 29 tahun ini.

Dia membutuhkan empat hingga lima jam untuk menggambar sebuah objek pada kertas berukuran A4. Itu pun jika moodnya sedang bagus. Sedangkan sebuah gambar di atas kertas karton butuh waktu pengerjaan yang lebih lama hingga satu bulan.

Semakin berwarna, semakin bagus! (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Semakin berwarna, semakin bagus! (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Imam juga menambahkan bahwa dimensi juga mempengaruhi lamanya pengerjaan.

“5 jam bisa jadi, tapi (motifnya) kabur, kalau 3 dimensi muter bisa 5 hari,” terang lelaki berambut gondrong ini.

Biar makin keren, Imam menambahkan warna dan finishing. Itu artinya butuh ekstra waktu lagi. Hal ini menurutnya bisa membuat gambar punya tampilan 3D dan punya kekayaan warna.

Karena kerumitannya, satu buah gambar pointilis berukuran A4 bisa minimal dihargai Rp 300 ribu olehnya. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar bisa jutaan hingga belasan juta tergantung aplikasi. Tertarik meminang? He

Kalau kamu sendiri tertarik belajar pointilis atau beli karya jadi saja, Millens? (Zulfa Anisah/E05)