Penonton Membludak, Film Perempuan Tanah Jahanam Tambah 145 Layar

Penonton Membludak, Film <em>Perempuan Tanah Jahanam</em> Tambah 145 Layar
Film Perempuan Tanah Jahanam tambah 145 layar. (Youtube/Base Indonesia)

Sutradara Joko Anwar mengumumkan penambahan layar bioskop film terbarunya, Perempuan Tanah Jahanam. Penambahan sebanyak 145 layar itu dilakukan karena antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menonton film bergenre horor ini.

Inibaru.id – Film horor besutan Joko Anwar Perempuan Tanah Jahanam yang rilis sejak Kamis (17/10/2019) menarik perhatian pencinta film di Indonesia. Melihat animo yang tinggi dari masyarakat, sutradara Joko Anwar memutuskan untuk menambah layar.

“Karena animo masyarakat tinggi, layar tempat pemutaran Perempuan Tanah Jahanam ditambah,” ujar Joko Anwar ditulis laman Kompas (17/10).

Di awal, film yang dibintangi Tara Basro ini hanya ditayangkan di 160 layar. Kini, film Perempuan Tanah Jahanam bisa ditonton di 305 layar bioskop di seluruh Indonesia, dengan kata lain ada tambahan sebanyak 145 layar.

Animo masyarakat yang tinggi bisa dilihat dari antrean panjang pada pemutaran spesial film ini di Flix Cinema Grand Galaxy Park Bekasi pada Sabtu (12/10) lalu. Pihak Flix Cinema Grand Galaxy Park Bekasi bahkan sampai membuka jam tayang tambahan.

Sinopsis Film Perempuan Tanah Jahanam

Film Perempuan Tanah Jahanam berkisah tentang seorang perempuan muda bernama Maya (Tara Basro) yang sedang mengalami nasib buruk. Hal-hal janggan bermula saat Maya mengetahui dirinya mewarisi sebuah rumah di desa keluarganya.

Karena ekonomi yang kian pas-pasan, Maya akhirnya kembali ke desa kelahirannya bersama temannya, Dini (Marissa Anita). Pada mulanya, semua berjalan seperti bisa. Mereka belum menyadari niat masyarakat desa yang ingin membunuhnya. Motif pembunuhan itu adalah untuk menghilangkan kutukan yang telah melanda desa tersebut selama bertahun-tahun.

Maya kemudian mulai menemukan kejanggalan-kejanggalan dan mesti menghadapi kenyataan rumit pada masa lampaunya. Mereka lantas berjuang mempertahankan hidup selama di desa tersebut.

Film yang naskahnya ditulis Joko Anwar itu memilih lokasi syuting di Banyuwangi, Lumajang, dan Gunung Ijen yang berada di Provinsi Jawa Timur.

Hayo, sudah nonton film ini atau belum, Millens? (IB24/E04)