"Pengabdi Setan" Versi Lawas Bakal Kembali Tayang

Film-film lawas Indonesia akan ditayangkan kembali dalam Vintage Festival Film (VFF). "Pengabdi Setan" versi pertama bakal menjadi film pembuka festival khusus film-film lawas tersebut. Penasaran seperti apa?

"Pengabdi Setan" Versi Lawas Bakal Kembali Tayang
Press Conference peluncuran VFF dan screening film "Pengabdi Setan". (Tribunnews.com)

Inibaru.id - Setelah Pengabdi Setan di-remake Joko Anwar pada September 2017 lalu dan sukses di pasaran, film aslinya yang diproduksi pada 1980 lalu juga akan ditayangkan kembali, lo. Film besutan Sisworo Gautama Putra itu bakal segera bisa ditonton penikmat film Tanah Air. Film yang telah direstorasi itu bakal diputar dalam pembukaan Vintage Film Festifal (VFF), Kamis (29/3/2018).

Seperti ditulis CNN Indonesia, dalam konferensi pers VFF sekaligus Gala Premiere Pengabdi Setan versi lawas di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (27/3), CEO Flik Manoj Samtani mengatakan, film tersebut sengaja dipilih sebagai pembuka lantaran Pengabdi Setan versi Joko Anwar begitu menyedot perhatian penikmat film.

“Film ini baru meledak dan dulu telah menginspirasi Joko Anwar untuk menjadi sutradara. Kami pun ingin membawa kejayaan film lawas Indonesia,” kata Manoj Samtani.

Baca juga:
Cinema Lovers Comunity Purbalingga Hadir untuk Menghibur dan Mendidik
Ketoprak Siswo Budoyo di Pati Terus Eksis sebagai Kesenian Rakyat

Sebagai informasi, VFF merupakan festival yang akan menyuguhkan berbagai film lawas Indonesia yang telah direstorasi, sehingga memiliki kualitas film mutakhir. Flik, salah satu perusahaan film yang memiliki teknologi restorasi film, bekerja sama dengan CGV Cinema dan Gotix untuk menayangkan kembali film-film lawas Indonesia dalam festival ini.

“Upaya merestorasi film lawas Indonesia begitu penting untuk menyelamatkan koleksi film-film ini dari kerusakan,” ujar Manoj.

Selain Pengabdi Setan, sejumlah film lawas lain juga bakal ditayangkan dalam VFF. VP Consumer Solution LOKÉT Rama Andrian mengatakan, banyak film Indonesia karya sineas pendahulu yang sebenarnya berkualitas. Film-film tersebut, kata dia, memiliki jalan cerita yang menarik dan mengandung pesan moral yang baik untuk masyarakat Indonesa.

"Sayang, sejauh ini karya-karya tersebut nggak bisa dinikmati masyarakat masa kini karena kualitas film yang sudah kurang baik," ungkap Rama, dikutip dari Antaranews.com, Selasa (27/3), "Melalui berbagai upaya restorasi inilah film lawas Indonesia dapat diselamatkan."

VFF perdana ini rencana bakal dilangsungkan selama sebulan penuh, mulai 29 Maret hingga 29 April mendatang di 10 kota yang memiliki jaringan bioskop CGV Cinemas Indonesia, di antaranya CGV Grand Indonesia (Jakarta), CGV Bekasi Cyber Park (Bekasi), CGV Paris Van Java (Bandung), CGV Grage City Mall (Cirebon), CGV Teras Kota (Tangerang), CGV Depok Mall (Depok), CGV Sahid Jwalk (Yogyakarta), CGV Festive Walk (Karawang), CGV BG Junction (Surabaya), dan CGV Focal Point (Medan).

Baca juga:
Idealisme Jamaah Cinema Mahasiswa yang Nggak Lekang oleh Waktu
Komunitas Sinema Semarang Lahir dari Keprihatinan

Ayo ajak teman-teman, keluarga, atau pacarmu untuk menonton film-film lawas Indonesia ini! Jangan lupa ajak pula generasi zaman old seperti bapak, ibu, nenek, atau kakekmu untuk nonton bareng! Gas yuk, Millens! (CUT/GIL)