Orkes Keroncong Ini Berasal dari Amerika

Orkes Keroncong Ini Berasal dari Amerika
OK Rumput. (kabarinews.com)

Selain seni tari, seni musik tradisional Indonesia kini juga makin berkembang di negara maju. Sebagai salah satu buktinya adalah hadirnya Orkes Keroncong (OK) Rumput dari Amerika Serikat.

Inibaru.id – Apa jadinya jika sejumlah orang asing membentuk orkes keroncong? Pasti menjadi pemandangan yang menarik ya. Nah, kamu bakal merasakan atmosfer yang berbeda saat melihat Orkes Keroncong (OK) Rumput. 

Ya, grup musik OK Rumput tepatnya berbasis di Kota Richmond, Virginia. Menjadi satu-satunya grup musik keroncong di Amerika, OK Rumput beranggotakan tujuh orang. Mereka adalah Danis Sugiyanto (violin), Hannah Standiford (cak/vocal), Andy McGraw (cello), Kyle Dosier (cuk), John Priestley (gitar), Paul Willson (violin), Nat Quick (bass). Selain itu ada juga 3 orang yang memainkan wayang yaitu Ed Breitner, Beth Reid, dan Greyson Goodenow.

Awal Terbentuk

Mengutip solopos.com (4/7/2018), grup yang terbentuk pada 2015 itu digagas Hannah. Semuanya berawal ketika pada 2014 Hannah mengikuti program beasiswa Darmasiswa di Institut Seni Indonesia (ISI), Solo. Menghabiskan waktu selama 9 bulan untuk belajar dan bermain musik keroncong, saat itulah dia mulai kepincut terhadap musik tradisional keroncong.

Lantas, sekembalinya ke Amerika, dia menghimpun teman-temannya dan membentuk grup OK Rumput. Adapun pemilihan nama “Rumput” sebagai nama grup, lantaran Hannah terinspirasi filosofi rumput. Pasalnya rumput adalah tanaman yang tahan cuaca. Hmm…

Perlu kamu tahu, selain memainkan lagu-lagu keroncong asli, OK Rumput juga mengeksplorasi berbagai tradisi lain seperti musik rakyat Amerika bergenre country yang sudah diaransemen keroncong. Biasanya ketika menghadirkan permainan musiknya, mereka juga diiringi sajian semacam wayang beber yang bernama "crankies" dan wayang kulit. Wah, unik ya?

Penampilan OK Rumput. (soloevent.id)

Respon Positif

Eits, meski baru beberapa tahun terbentuk, grup yang beranggotakan musisi dengan berbagai macam latar belakang musik itu sudah sering tampil di berbagai tempat, lo. Seperti di Kedutaan Besar di Washington DC, Universitas Cornell, Paris Van Java Mall di Bandung, Universitas Airlangga, Wake Forest, Bucknell Universitas Richmond, Smithsonian Museum, dan lain lain. Yang terbaru, mereka turut tampil memeriahkan Solo Keroncong Festival 2018 di Benteng Vastenburg pada 20-21 Juli 2018.

Oya, selain melakukan penampilan secara live, OK Rumput juga sudah memiliki beberapa rekaman lagu yang diunggah ke situs online Keroncong Rumput. Kamu sudah pernah mendengarnya?

Nah, untuk memopulerkan keroncong di negeri asalnya, mereka secara rutin menggelar pentas di kawasan pantai Utara Amerika. Selain itu, grup musik ini juga memiliki jadwal latihan rutin gamelan atau keroncong yang diikuti oleh publik di Richmond. Anggotanya mulai dari yang berusia 10 hingga 60 tahun. Wah, patut di apresiasi nih!

Wah, warga asing saja bisa mencintai kesenian musik tradisional Indonesia. Kalau kamu? (IB05/E05)