Nggak Hanya Warga Lokal, MXGP 2019 Juga Tarik Pengunjung Luar Kota Maupun Mancanegara

Nggak Hanya Warga Lokal, MXGP 2019 Juga Tarik Pengunjung Luar Kota Maupun Mancanegara
Demi bisa menonton secara jelas, sejumlah penonton sampai naik ke atas truk air. (Inibaru.id/ Audrian F)

MXGP 2019 Semarang menjadi daya tarik besar bagi semua orang. Maka nggak heran kalau banyak wisatawan luar kota atau mancanegara yang memenuhi sirkuit BSB City, Mijen.

Inibaru.id - Dapat menggelar salah satu event bertaraf internasional seperti Asian Motorcross Grand Prix (MXGP) tentu merupakan kebanggaan bagi Kota Semarang. Keran pariwisata juga dapat terbuka dan akhirnya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan kebesaran nama MXGP, nggak hanya warga lokal yang telah datang untuk meyaksikan langsung, namun juga warga luar kota hingga mancanegara. Hal itu terlihat dari membludaknya penonton yang memenuhi venue digelarnya even balapan ini yakni di sirkuit BSB City, Mijen, Kota Semarang.

Beragam pengakuan datang datang dari mulut pengunjung yang rela berdesakan atau berpanas-panasan dari sengatan matahari.

Seperti yang dilontarkan oleh Dhio Brillian Saputra, warga Kota Semarang asli ini mengaku kalau dia memang penggila MXGP dari tahun ke tahun.

“Saya memang mengikuti MXGP terus dari tahun ke tahun. Senang bisa lihat Romain Febvre secara langsung, apalagi tadi ditambah ada Doni Tata Pradita yang sempat main untuk hiburan,” tuturnya pada Sabtu (13/7).

Penonton MXGP 2019 Semarang tampak mebludak. (Inibaru.id/ Audrian F)

Beda lagi dengan Sujar. Pria paruh baya ini pengin menyaksikan langsung balapan motorcross karena dia memang mengikuti komunitas motorcross.

“Biasanya cuma main bersama teman-teman menembus alam sekitar. Tapi sekarang coba lihat crosser kelas dunia balapan, bagus cara naik motornya,” ujar Sujar. Dia tergabung ke dalam club motor trail Sirendeng Gondoyo Community (SGC).

Wisatawan lokal maupun asing juga lebih banyak dibanding warga lokal lo, Millens. Maka nggak heran kalau banyak bule atau warga negara asing yang bertebaran di arena balap tersebut.

Kahiko, warga negara Jepang yang mengaku sudah 7 Minggu di Indonesia berkata kalau cukup senang berada di Semarang. ”Kotanya bagus. Saya suka berada di sini. Pelayanannya juga baik,” ucapnya. Kala itu dia sedang berteduh di bawah tenda yang ambruk. Sedikit-sedikit dia sudah cukup mengerti bahasa Indonesia.

Sementara Ryan, dia bukanlah pengunjung, namun sebagai salah satu kru crosser cilik dengan motor 50 cc.

“Senang bisa ikut berpartisipasi di MGPX ini. Biasanya saya cuma melihat crosser-crosser seumuran keponakan saya. Tapi kali ini yang main lebih professional,” kata Ryan. Dia beserta timnya berasal dari Banyumas.

Begitulah berbagai kesan yang ditunjukan oleh penonton baik lokal, luar kota maupun asing. Positif juga ya tanggapannya, Millens. (Audrian F/E05)