Mouly Surya Ditunjuk Garap Film Pendek untuk Singapore International Film Festival 2019

Mouly Surya Ditunjuk Garap Film Pendek untuk Singapore International Film Festival 2019
Mouly Surya ditunjuk jadi sutradara film pendek untuk Singapore International Film Festival. (Indonesiatatler)

Mouly Surya ditunjuk menjadi salah seorang sutradara film pendek untuk ajang Singapore International Film Festival. Dia bakal berkolaborasi dengan dua sutradara dari Asia lainnya.

Inibaru.id – Sineas Indonesia Mouly Surya ditunjuk menjadi salah seorang sutradara yang menggarap film pendek untuk Singapore International Film Festival (SGIFF). Mouly bakal berkolaborasi dengan dua sutradara dari Asia lainnya yakni Yeo Siew Hua dan Anucha Boonyawatana.

Proyek penggarapan film seperti ini sebenarnya sudah dilakukan pada festival film lainnya seperti di Tokyo dan Jeonju. Namun, di SGIFF hal ini baru kali pertama dilakukan.

“Seri komisi ini merupakan isyarat dari festival untuk memungkinkan para pembuat film untuk bereksperimen dan menumbuhkan adegan regional. Ini sebuah jalan untuk memperkenalkan tekstur kehidupan di Asia Tenggara kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Direktur Eksekutif SGIFF Yuni Hadi.

Ketiga sineas Asia ini bakal memproduksi tiga film pendek yang berbeda tapi dengan tema yang sama yakni “Perayaan”.

Sutradara Yeo dari Singapura yang menang di Festival Film Locarno 2018 lewat A Land Imagined bakal menyajikan film berjudul Incantation. Film ini menyuguhkan cerita tentang ritual nenek moyang yang dibangkitkan selama Hungry Ghost Festival. Boonyawatana membuat film berjudul Not A Time to Celebrate yang mengisahkan suka duka dalam proses pembuatan film.

Sementara itu, Mouly menghadirkan film berjudul Something Old, New, Borrowed, and Blue. Film itu berkisah tentang isu gender dalam kehidupan masyarakat saat ini. Isu tersebut dihadirkan melalui adegan antara ibu dan pengantin perempuan dalam prosesi pernikahan tradisional. Hm, tampak menarik ya, Millens.

SGIFF ke-30 ini dijadwalkan berlangsung dari 21 November hingga 1 Desember mendatang. Wah, ikut bangga ya sineas Indonesia mampu menunjukkan taringnya di mata dunia. (IB24/E04)