Mewakili Isi Hati Sobat Ambyar, Didi Kempot: Patah Hati Dijogeti Saja, Jangan Ditangisi!

Sadboys dan Sadgirl yang memenuhi lapangan Banjir Kanal Barat pun berderai air mata dibuatnya. Untuk menyemangati para penggemarnya, Lord Didi, julukan Didi Kempot meminta mereka untuk berhenti meratapi kesedihan.

Mewakili Isi Hati Sobat Ambyar, Didi Kempot: Patah Hati Dijogeti Saja, Jangan Ditangisi!
Didi Kempot menghibur para penggemar dalam Semarang Jelajah Musik di Banjir Kanal Barat, Rabu (21/8). (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id – Jalan Bojongsalaman, Banjir Kanal Barat, Kota Semarang, Rabu (21/8) malam, ramai sesak oleh ribuan masyarakat Kota Semarang. Saat itu memang hari pembukaan Semarang Jelajah Musik (Semarjamu) dan Semarang Introducing Market. Ada panggung terbuka dan deretan stand yang terdiri dari produk UMKM, kuliner, dan para penjaja kopi.

Meski pengunjung harus berjalan jauh dari parkir ke tempat diadakannya acara, niat mereka nggak surut. Terang saja, ada hal menarik yang dijanjikan Pemkot Semarang sebagai penyelenggara acara. Yap, kehadiran Didi Kempot yang ditunggu-tunggu malam itu. The Godfather of Broken Heart julukannya.

Didi Kempot menjadi daya tarik utama. (Inibaru.id/ Audrian F)

Didi Kempot selain diundang oleh Kota Semarang dalam pembukaan dua acara besar Kota Semarang, juga untuk memeriahkan HUT RI ke-47. Meskipun hadir juga dua bintang tamu populer lain yaitu Ndarboy Genk dan Deni Caknan, namun Didi Kempotlah juaranya.

Mengenakan atribut ciri khasnya yakni baju batik, Didi Kempot nggak cuma menyentuh tapi juga mengaduk-aduk isi hati para fans yang mengatasnamakan dirinya dengan Sadboy dan Sadgirl. Penampilan pertamanya dibuka bersama Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi. Lagu yang mereka nyanyikan adalah "Sewu Kutho".

“Mau pilih Lord Hendi apa Lord Didi?” seloroh Hendi kepada penonton

Secara serentak para penonton kompak menjawab, “Lord Didi.”

Para "Sobat Ambyar" air matanya meleleh karena mendengar tembang-tembang Didi Kempot. (Inibaru.id/ Audrian F)

Beberapa tembang andalan dinyanyikan Didi Kempot yang antara lain terdiri dari "Kalung Emas", "Tanjung Emas", "Cidro", "Banyu Langit" dan "Pamer Bojo". Mendengar lagu-lagu itu, para sadboy dan sadgirl bernyanyi sambil mengerahkan segala keresahan terpendamnya bahkan hingga berderai air mata. Nggak ketinggalan, rentetan kata umpatan yang ikut terlontar untuk melegakan hati. “Loro ojo ditangisi, nanging dijogeti wae,” ucap Didi Kempot kepada para penonton.

Salut buat Didi Kempot ya, Millens. Kalau kamu suka lagu yang mana nih, Millens? (Audrian F/E05)