Mengintip Proses dan Syarat Kurasi Panggung Kahanan Pemprov Jateng

Mengintip Proses dan Syarat Kurasi Panggung Kahanan Pemprov Jateng
Salah seorang penampil di Panggung Kahanan 5 dari band Absurdnation. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Para kurator adalah pelaku di balik layar Panggung Kahanan untuk memilih seniman mana saja yang akan tampil. Mereka menerapkan beberapa syarat untuk para seniman agar bisa tampil di Panggung Kahanan.

Inibaru.id – Kamu pernah melihat pentas seni virtual Panggung Kahanan, Millens? Acara yang disiarkan secara live dan diselenggarakan di Rumah Dinas Gubernur Jawa Tengah ini menghimpun banyak seniman asal Jawa Tengah yang menerima beban besar selama wabah Covid-19 ini. Panggung Kahanan berjalan dalam rangkaian acara sampai tanggal 22 Mei 2020 nanti.

Di balik pentas ini, terdapat peran para kurator yang mengonsep acara dan mengumpulkan para seniman Jawa Tengah untuk tampil. Mereka adalah Openk Prabowo dan Aristya Kuver, dua personel grup musik eksperimental Tridhatu, dan Vikki Rahman, penggiat Wayang Tenda.

“Untuk kurasi memang ada dua kriteria. Satu mumpuni, dan satu memang butuh,” ucap Openk pada Rabu, (13/5).

Openk mengaku bahwa acara ini memang dikhususkan bagi para seniman penuh waktu yang mendapatkan dampak sangat besar di tengah wabah Covid-19 ini. Mereka adalah para seniman yang menjadikan kesenian sebagai sumber penghidupannya. Karena Covid-19 sudah mengganas, banyak acara kesenian dibatalkan. Hal itu berujung pada nihilnya panggilan kepada para seniman untuk tampil.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang berbicara dengan para seniman asal Kendal dan Demak setelah Panggung Kahanan 5 rampung. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang berbicara dengan para seniman asal Kendal dan Demak setelah Panggung Kahanan 5 rampung. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Sementara urusan mumpuni atau nggak, para kurator melihat dari apakah seniman ini sudah memiliki karya atau belum. Hal ini menurut mereka yang mendefinisikan seseorang sebagai seniman atau bukan.

“Karena bagi kami, seniman itu memang harus punya karya,” ucap Vikki pada kesempatan yang sama. Dari sana, para kurator akan melihat sendiri karya-karya dari para seniman Jawa Tengah dan menilai apakah mereka mumpuni atau nggak untuk tampil.

"Hunting" Seniman

Dalam proses mencari seniman, mereka juga menerapkan dua cara, yaitu menghubungi langsung seniman dan dihubungi melalui contact person mereka. Ketiga kurator ini memang sudah cukup lama bergiat di dunia kesenian di Semarang dan Jawa Tengah. Dari sana mereka mengenal dan mengetahui banyak seniman dan kelompok seni di Jawa Tengah.

Meskipun sasarannya adalah para seniman di Jawa Tengah, nggak berarti setiap seniman dari 35 kota di Jawa Tengah diajak untuk tampil. Para kurator mempertimbangkan keselamatan para seniman karena harus pergi ke luar kota.

“Karena masa pandemi ini kan justru pembatasannya sangat ketat. Maka dari itu kami ambil yang dari deket dan jalurnya aman,” ucap Openk.

Di balik layar Panggung Kahanan, Rabu (13/5). (Inibaruid// Gregorius Manurung)<br>
Di balik layar Panggung Kahanan, Rabu (13/5). (Inibaruid// Gregorius Manurung)

Kekhawatiran itu sempat muncul ketika salah satu kelompok seni ketoprak asal Pati sempat menolak untuk tampil di Panggung Kahanan. Hal ini dikarenakan mereka menerapkan anjuran physical distancing juga sedikit takut apabila mereka nggak bisa bepergian lintas kota karena wabah Covid-19 ini.

Untuk menyiasati itu para kurator menganjurkan agar kelompok ketoprak tersebut merekam secara mandiri pertunjukan mereka. Rekaman itu nantinya dikirim dan ditayangkan secara publik.

Kalau kamu seniman penuh waktu yang ingin ikut tampil di Panggung Kahanan, bisa hubungi kontak yang ada di poster acara yang diunggah di akun Instagram @ganjar_pranowo. Namun ingat ya, Millens, harus punya karya sendiri. Hehe (Gregorius Manurung/E05)