Mengintip Keseruan Warga Negara Asing yang Ikut Membatik Kain Sepanjang 100 Meter

Mengintip Keseruan Warga Negara Asing yang Ikut Membatik Kain Sepanjang 100 Meter
Muhammad Kenneh, WNA yang berpartisipasi dalam menggambar batik sepanjang 100 meter. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nggak cuma warga lokal. Warga negara asing pun juga ikut berpartisipasi dalam menggambar batik sepanjang 100 meter di Kampung Batik Semarang.

Inibaru.id - Pagi itu menjadi hari istimewa bagi warga Kampung Rejomulyo atau yang juga dikenal dengan Kampung Batik Semarang. Ratusan orang telah berkumpul untuk mengikuti acara peringatan Hari Batik Nasional, Rabu (2/10). Kain sepanjang 100 meter telah dibentangkan di sepanjang Kampung Gedong yang masih satu bagian dengan Kampung Batik Rejomulyo.

Yap, warga berencana membatik kain tersebut dengan pola yang telah disiapkan. Jelas saja acara tersebut menarik perhatian. Nggak terkecuali warga negara asing yang saat ini sedang di Semarang.

Warga negara asing tampak meramaikan Hari Batik Nasional. (Inibaru.id/ Audrian F)

Muhammad Kenneh misalnya. Laki-laki asal Liberia yang sedang menempuh pendidikan di Semarang ini tampak senang saat diminta untuk mewarnai pola Warak Ngendhog.

“Bagus sekali. Ini adalah pengalaman pertama saya membantik. Cukup cantik apabila bisa dikenakan dalam keseharian,” ucap Kenneh.

Nggak cuma Kenneh, Maddi juga ikut memuji keindahan batik. Perempuan yang sedari tadi menolak ketika dimintai foto oleh warga sekitar tersebut takjub dengan kain asli Indonesia yang kini jadi warisan dunia ini.

“Warga Indonesia hebat bisa membuat gambar yang demikian bagusnya. Dan itu menjadi pakaian yang sudah digunakan banyak orang,” ucapnya.

Demikian juga Barca, perempuan berwarganegaraan Ceko yang "tersihir" dengan goresan unik batik. Dia terlihat memborong batik. “Saya suka motif-motifnya. Unik. Saya ingin memakainya setiap hari,” ujar Barca.

Petra ikut menggambar batik. (Inibaru.id/ Audrian F)

Meski telah lumayan lama tinggal di Semarang, kebanyakan warga asing mengaku baru pertama kali membatik.

“Saya beruntung bisa mengikuti acara ini. Batiknya mungkin memang cantik dan saya sangat suka. Namun yang terpenting saya bisa bertemu masyarakat lokal,” ucap Petra dari Slovakia.

Dia adalah salah seorang warga negara asing yang sepanjang acara sibuk mengelilingi kampung untuk berinteraksi dengan warga Kampung Batik Rejomulyo. Di Semarang dia menempuh pendidikan di Universitas Soegijopranoto (Unika).

Gimana? Orang asing saja senang batik, masa kamu nggak? Yuk ah lestarikan batik. (Audiran F/E05)