Mencari Matahari, Potret Nyata Beratnya Perjuangan Para Buruh Migran Indonesia di Negeri Orang

<em>Mencari Matahari</em>, Potret Nyata Beratnya Perjuangan Para Buruh Migran Indonesia di Negeri Orang
Peserta pemutaran dan diskusi film Mencari Matahari antusias mengikuti seluruh rangkaian acara pada Jumat (26/4). (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Pengalaman nggak menyenangkan yang dialami para perempuan yang menjadi buruh migran ini disajikan dalam film dokumenter Mencari Matahari. Barangkali film ini dapat menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan para pahlawan devisa.

Inibaru.id - Pemutaran dan diskusi film Mencari Metahari di Impala Space pada Jumat malam (26/4) dihadiri oleh sekitar 20-an anak muda dari Kota Semarang. Kota ini menjadi tempat ketiga setelah film tersebut  tayang di Thailand dan Jakarta. Film ini adalah hasil kerja sama Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi manusia (LRC KJHAM) dan Segi Film. Diskusi tersebut menghadirkan Tries Supardy selaku sutradara film serta Syukron salam dan Sri Utami.

Umi Hanik, Produser film Mencari Matahari dan pengurus LRC KJHAM, mengungkapkan, film ini merupakan hasil penelitian lembaganya terhadap kekerasan yang dialami buruh migran dari di Jawa Tengah. “Film ini juga merupakan media edukasi kepada masyarakat terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dialami buruh migran perempuan,” tandasnya.

Umi Hanik (kanan), produser Mencari Matahari, memberikan prolog kepada peserta pemutaran dan diskusi film. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Menampilkan beberapa purna Tenaga Kerja Indonesia (purna TKI), film ini sangat menyentuh terlihat dari fakta-fakta yang ditampilkan di dalamnya. Mereka kerap menerima perlakuan nggak layak seperti dipukul dan dimarahi tanpa sebab. Tak jarang, para perempuan ini juga mendapatkan pelecehan seksual hingga terang-terangan diminta bahkan dipaksa untuk bersetubuh dengan majikan laki-lakinya.

Fakta kekerasan ini diamini oleh Uut, panggilan akrab Sri Utami. “Tak hanya mengalami kekerasan, mereka juga biasanya diberi upah tak layak sampai yang paling tragis ketika mereka ketahuan di PHK oleh majikan, maka mereka tak mendapat gaji dan harus mengganti rugi ke perusahaan,” ungkap koordinator Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia ini.

Tiga pembicara dihadirkan dari unsur pekerja migran, sutradara film dan akademisi untuk membedah film Mencari Matahari. (Inibaru.id / Zulfa Anisah)

Umi hanik berharap, setelah menyaksikan film ini bisa menggugah nurani anak muda agar sadar bahwa negara ini perlu memperhatikan nasib para buruh migran. “Kita dorong Negara agar bertanggung jawab terhadap isu-isu yang dialami buruh migran sebagai penyumbang devisa terbesar untuk negara ini,” ajaknya.

Pemutaran dan diskusi film ini merupakan kerjasama antara Sineroom, Segi Film, dan LRC KJHAM. Sayangnya, kamu nggak bisa menyaksikan film ini di layar lebar atau youtube. Jadi, tunggu di pemutaran film berikutnya saja ya, Millens. (Zulfa Anisah/E05)