Lapak024, Wadah Berkomunitas plus "Marketplace" Para Pencinta Rilisan Fisik Semarang

Pernah dengar soal komunitas Lapak024 Semarang? Komunitas ini menjadi tempat “bersatunya” para pencinta dan pelapak rilisan fisik di Semarang.

Lapak024, Wadah Berkomunitas plus "Marketplace" Para Pencinta Rilisan Fisik Semarang
Kegiatan Komunitas Lapak024 saat acara Festivaland di Hutan Tinjomoyo Semarang. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Inibaru.id – Kalau kamu sedang jalan-jalan dan kebetulan menemukan pelapak rilisan fisik, barangkali kamu sedang “bertemu” dengan Komunitas Lapak024. Kebanyakan pencinta rilisan fisik, termasuk CD/DVD, kaset pita, dan vinyl di Semarang memang tergabung dalam komunitas tersebut, Millens!

Bermula dari sekumpulan kolektor rilisan fisik yang kerap dipertemukan dalam berbagai event, mereka kemudian saling mengenal, lalu mulai mengadakan kopi darat. Mereka juga rajin spinning a.k.a. memutar vinyl bersama-sama di suatu kafe.

Nah, intensitas pertemuan ini pun kemudian menjadi ihwal berdirinya komunitas Lapak024. Lantaran "lahir" di Semarang en pengin menunjukkan identitas Kota Lunpia, embel-embel 024 yang merupakan kode panggilan telepon Kota Semarang pun dipilih.

“Ya, biar mudah diingat juga,” tutur Brury Prasetyo, salah seorang penggagas Lapak024.

Melapak Rutin

Selain melapak bareng, Brury juga memiliki toko rilisan fisik di rumahnya. (Inibaru.id/Ayu S Irawati)

Sementara, nama "Lapak" dipilih karena selain kumpul bareng, para anggota komunitas itu juga biasa menggelar lapak. Yap, selain mengoleksi rilisan fisik jenis favoritnya, anggota komunitas yang berjumlah sekitar 15 orang ini pun menjadikannya lahan bisnis sampingan.

Dengan berkomunitas, jaringan para anggota pun menjadi semakin luas. Ini berdampak positif untuk bisnis yang mereka kembangkan. Apalagi, setiap koletor umumnya memiliki spesifikasi. Misalnya, ada kolektor yang hobi membeli album metal, punk rock, indie pop, dan lain-lain.

“Misal si A cari barang, saya nggak punya. Teman saya punya. Nah, itu kan saling membantu,” terang Brury.

Lapak024 umumnya melapak bareng sekali dalam sebulan, tepatnya pada minggu kedua. Ketika melapak, mereka nggak sekadar menggelar barang jualan. Ada konsep yang ditentukan, lo.

“Kami lihat fasilitasnya. Kalau di kafe, kan, nggak mungkin di emperan. Terkadang, pihak kafe request, minta dibawakan koleksi tertentu, atau diputar,” tambahnya.

Selain agenda bulanan, komunitas yang dibentuk pada akhir 2016 itu juga memiliki sejumlah agenda tahunan yang nggak kalah seru, di antaranya Record Store Day setiap April dan Casette Store Day setiap Oktober. Acara ini berskala besar dan melibatkan pencinta rilisan fisik di daerah lain.

Menarik, nih, Millens! Tertarik untuk ikut menjadi salah seorang kolektor rilisan fisik? Kuy, deh! (Ayu S Irawati/E03)