Liam dan Laila, Dilema Kisah Cinta dan Tuntutan Budaya

Liam dan Laila, Dilema Kisah Cinta dan Tuntutan Budaya
Liam & Laila. (Instagram)

Film satu ini akan menuntun Sobat Millens untuk mengenal budaya Minangkabau dalam romansa percintaan.

Inibaru.id – Budaya Indonesia memang jadi kekayaan yang amat besar jumlahnya. Berbagai cara dilakukan untuk terus menggemakan kebudayaan ini, salah satunya melalui film.

Kali ini film besutan sutradara muda Arief Malinmudo yang bercerita soal kehidupan kebudayaan Minangkabau. Film yang diberi judul Liam & Laila ini menceritakan tentang seorang pria Prancis yang jatuh cinta dengan wanita Minangkabau.

Diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini dibintangi oleh Nirina Zubir (Laila), Jonatan Cerrada (Liam), David Chalik (Jamil), Praz Teguh (Pian), Upik Usil (Rosma), Gilang Dirga (Haris) dan banyak lagi. 

Para pemain Liam dan Laila. (Kompas.com)

Nggak seperti scenario garapan lainnya, ditulis Liputan6.com (3/6/2018) film ini ternyata berangkat dari kisah nyata. Arief menyuguhkan cerita tentang Islam yang kuat dari adat Minangkabau ke filmnya.

Kali ini dengan balutan kisah cinta antara kedua insan yang juga berbeda keyakinan, Nirina Zubir dan Jonatan Cerrada. Lokasi syuting mengambil tempat di Bukittinggi (Sumatera Barat), Jakarta, dan Prancis.

Film ini bercerita tentang Liam pemuda asal Perancis yang jatuh cinta kepada Laila gadis Minangkabau yang berpendidikan tinggi dan sangat menjunjung tinggi tatanan budaya kampung halamannya. Liam ingin mendalami Islam sekaligus menikahi Laila. Namun Liam cuma punya waktu 30 hari di Tanah Air untuk menyelesaikan urusannya

Latar belakang yang jauh berbeda membuat Liam dan Laila menghadapi banyak tantangan dalam menjalani kisah asmara. Cibiran, keraguan dan kecurigaan menghampiri keduanya.

Dan ternyata untuk mendapatkan Laila nggak semudah yang Liam bayangkan. Dia harus mengikuti semua syarat adat yang diajukan oleh tetua dalam keluarga Rumah Gadang. Perjuangan Liam pun dimulai.

Sebagai sutradara, Arief ingin membuat film ini menjadi pancaran nilai-nilai lokal yang berlaku secara universal.

"Film ini mencoba meng-capture dinamika sosial masyarakat Indonesia secara umum melalui representasi budaya Minangkabau," ucap Arief.

Pemeran Laila dan Liam. (Mahakarya Pictures)

Film yang diproduseri oleh Dendi Reynando ini menggunakan empat bahasa, yakni Minang, Indonesia, Perancis, dan Inggris. Inilah yang jadi tantangan bagi Nirina Zubir. Dalam film ini Nirina yang berdarah Minang, harus belajar menggunakan bahasa dengan dialek yang tepat. 

"Pembelajaran dialek menjadi tantangan terbesar buat Nirina. Dan seru banget bisa naik ke Jam Gadang dan menyaksikan pemandangan dari sudut yang belum pernah sebelumnya," ujar Nirina Zubir.

Wah, film ini bakal menarik Millens. Jangan lupa nonton 4 Oktober nanti, ya! (IB06/E05)