Lagu-Lagu Patah Hati Generasi 90-an Ini Bakal Sukses Menyayat-nyayat Hatimu

Lagu-Lagu Patah Hati Generasi 90-an Ini Bakal Sukses Menyayat-nyayat Hatimu
Mendengarkan lagu. (Loop.co.id)

Putus cinta? Deretan lagu-lagu era 90-an berikut mewakili sakitnya perasaan kamu.

Inibaru.id – Perjalanan cinta memang nggak melulu manis. Ada pahit dan getir juga. Nah, buat kamu yang lagi sakit hati karena cinta, berikut ini beberapa lagu dari era 90-an yang enak untuk kamu dengerin.

Peterpan – Semua tentang Kita

 

Ariel, vokalis Peterpan. (Youtube.com)

ada cerita tentang aku dan dia

saat kita bersama saat dulu kala

ada cerita tentang masa yang indah

saat kita berduka saat kita tertawa

Kalau habis putus cinta, lagu ini pasti terngiang-ngiang di kepala. Tiba-tiba jadi ingat semua kenangan yang pernah dilalui. Duh...

Ressa Herlambang - Menyesal

Ressa Herlambang. (Liputan6.com)

terkadang ku menyesal

mengapa kukenalkan dia padamu

Ditikung sahabat? Lagu ini bakal mewakili perasaan sakit karena cinta yang ingin kamu gapai ternyata malah menjadi milik orang lain.

Ungu – Seperti yang Dulu

Ungu. (Kkbox.com)

semua yang telah berakhir

antara hatiku dan hatimu

takkan ada cinta

seperti yang dulu

Kalau semuanya sudah berakhir seperti kata Ungu, sudah saatnya kamu move on. Menyibukkan aktivitas sepertinya bakal jadi opsi yang oke, ya?

Utopia – Serpihan Hati

Utopia. (Youtube.com)

serpihan hati ini kupeluk erat

akan kubawa sampai kumati

memendam rasa ini sendirian

ku tak tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu

Cinta bertepuk sebelah tangan a.k.a cinta sepihak terkadang memang bisa membuat diri ini kehilangan semangat dan enggan beraktivitas.

Kerispatih – Tapi Bukan Aku


Kerispatih. (Kapanlagi.com)

berakhirlah sudah semua kisah ini dan jangan kau tangisi lagi

sekalipun aku takkan pernah mencoba kembali padamu

sejuta kata maaf terasa kan percuma

sebab rasaku telah mati untuk menyadarinya

Lagu ini mengingatkanmu tentang dia yang memutuskan hubungan denganmu. Mendengar lagu ini, rasanya seolah tertohok dengan ketegasan “aku” yang ingin pergi.

Kendati lagu-lagu di atas membawa kenangan sedih, jangan ikutan galau, ya! He-he. (IB08/E05)