Kontroversial, Film-Film Ini Sempat Menuai Pro dan Kontra dari Masyarakat

Kontroversial, Film-Film Ini Sempat Menuai Pro dan Kontra dari Masyarakat
Pandangan sosial terhadap janda dan pernikahan anak jadi tema yang disoroti "Water". (Fox Searchlight Pictures)

Film tentang agama nggak jarang memicu perdebatan, apalagi jika yang diangkat adalah tema yang sensitif. Beberapa film ini pernah mendapat kecaman dari masyarakat lantaran menunjukkan sisi lain dari agama. Penasaran? Yuk, kepoin dulu daftarnya!

Inibaru.id – Film tentang agama sesekali memicu pro dan kontra dalam masyarakat. Lantaran dianggap sensitif, lembaga film hingga pemerintah di beberapa negara pernah melarang pemutaran film bertema agama.

Larangan pemutaran juga nggak lepas dari berbagai reaksi. Jika kamu penasaran film apa saja yang pernah memicu kontroversi, simak daftarnya berikut ini!

Dogma (1999)

https://www.eyeforfilm.co.uk/images/newsite/dogma_600.jpg

Dogma mendapat penolakan dari umat Katolik. (Lions Gates Films)

Sutradara Kevin Smith tahu bagaimana memancing kemarahan umat Katolik di seluruh dunia saat merilis Dogma pada 1999. Dengan Matt Demon dan Ben Affleck sebagai bintang utama, dua aktor ini memainkan peran sebagai malaikat yang ditugasi mencari keturunan terakhir Yesus Kristus.

Selama pencarian, mereka akhirnya menemukan perempuan keturunan Yesus itu di sebuah klinik aborsi. Selain penokohan malaikat, umat Katolik juga menentang penggambaran Tuhan yang diperankan penyanyi Alanis Morrisette.

Submission (2004)

https://thoughtgallery.org/wp-content/uploads/2014/08/submission1.jpg

Theo van Gogh ditembak usai merilis film Submission pada 2006 silam. (The0 Van Gogh)

Submission hanya berdurasi selama 11 menit. Namun, efek yang ditimbulkan dari film ini sungguh luar biasa. Pada 2006 lalu, sang sutradara, Theo van Gogh, dibunuh seorang lelaki bernama Mohammed Bouyeri. Nggak hanya Van Gogh, feminis Ayaan Hirsi Ali pun mendapat ancaman pembunuhan setelah film ini dirilis.

Submission berisikan narasi perempuan yang ditindas laki-laki atas nama Islam. Sebagai pencetus ide di balik karya tersebut, Hirsi berpendapat agama sudah seharusnya direformasi jika memiliki tujuan untuk kemanusiaan.

Water (2005)

https://cdn-images-1.medium.com/max/1200/1*gxG21FGJdl_oe-UOPjaCSA.jpeg

Masyarakat Hindu menentang film ini lantaran dianggap menjelekkan tradisi mereka. (Fox Searchlight Pictures)

Disutradarai Deepa Mehta dan dirilis pada 2005 silam, film ini berhasil masuk nominasi Film Asing Terbaik dalam gelaran Academy Award 2007. Water mengkritisi tradisi Hindu yang dilakukan masyarakat India dalam memandang status janda.

Film ini juga menyoroti budaya pernikahan anak yang berkembang pada masa penjajahan Inggris. Diangkatnya tradisi Hindu dalam Water memicu penolakan sejumlah penganut Hindu di negara tetangga Pakistan itu.

Meski agama menjadi topik yang sensitif untuk dibahas, ini bukan berarti kamu nggak boleh kritis untuk menyoroti setiap permasalahan agama.

Dengan kritis, kita juga bisa melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan nggak main hakim seenaknya. Eh, sudahkah kamu nonton film-film itu? (IB15/E03)