Komunitas Benik Berdayakan Desainer Muda Semarang
Karya-karya dari desainer Komunitas Benik. (Instagram/benik.semarang)

Komunitas Benik Berdayakan Desainer Muda Semarang

Komunitas yang bergiat dengan fesyen sangat jarang di Semarang. Salah satu yang bergerak di bidang tersebut adalah Komunitas Benik. Kelompok ini memberdayakan para desainer muda untuk maju dan berkembang bersama.

Inibaru.id – Komunitas Benik merupakan kelompok para pencinta fesyen yang diprakarsai oleh desainer-desainer muda yang ada di Semarang. Berdiri sejak 2016, awal terbentuknya dari sebuah komunitas yang ada di Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo bernama Acak-Acak.

“Acak-Acak ternyata brand komunitas dari LPTB Susan Budihardjo Jakarta, kami nggak berhak pakai brand itu kalau nggak izin dari Jakarta dulu. Akhirnya kami pengin tetap jalan, tapi tidak melanggar aturan Jakarta. Akhirnya kami bikin komunitas sendiri, Komunitas Benik,” kata Ketua Komunitas Benik Niki Hutomo, Minggu (2/2).

Sepuluh fesyen designer dari Komunitas Benik Semarang yang berpartisipasi dalam Fashion Exposure 2019 di Hotel Grand Edge. (Instagram/benik.semarang)
Sepuluh fesyen designer dari Komunitas Benik Semarang yang berpartisipasi dalam Fashion Exposure 2019 di Hotel Grand Edge. (Instagram/benik.semarang)

Hadirnya Komunitas Benik memberikan ruang tersendiri bagi sepinya komunitas fesyen yang berada di Semarang. Jika dulu anggotanya terdiri dari para lulusan LPTB Susan Budihardjo Semarang saja. Saat ini mereka yang bergelut di dunia fesyen di luar LPTB juga bisa bergabung.

Visi dan misi Komunitas Benik bertujuan mengangkat desainer-desainer muda yang kurang mendapat tempat. Komunitas ini diharapkan bisa menjadi tempat kumpul para lulusan sekolah desain dan fesyen yang bingung akan ke mana setelah lulus. Di sini akan diajak untuk maju dan berkembang secara kolektif.

“Pas acara-acara fesyen yang tampil desainernya itu-itu aja para desainer-desainer senior. Anak-anak muda seperti kami belum diberi tempat. Jadi kalau mereka belum memberi tempat, ya sudah kita bikin tempat sendiri,” ucap Niki.

Berbagai acara yang pernah diselenggarakan oleh Komunitas Benik di antaranya Fashion Exposure 2019 di Hotel Grand Edge Semarang dengan tema People of Future, Indonesia Fashion Week 2019, Batik Heroes Exhibition 2018, dan lain-lain.

Workshop Daya Karya
Workshop Daya Karya "Fashion Design" oleh Komunitas Benik bekerjasama dengan Pemprov. Jateng di UTC Hotel Semarang. (Instagram/benik.semarang)

Komunitas Benik juga pernah mendapat penghargaan Suara Merdeka Community Award (SMCA) 2018 atas dedikasinya menjadi komunitas yang mewadahi dunia fesyen di Semarang.

Saat ini anggota dari Komunitas Benik kata Niki ada 20-an orang. Pihak pemerintah juga menurutnya sudah memberi tempat bagi para desainer, seperti banyaknya acara fashion show juga gerai-gerai khusus yang dibuat untuk menampilkan karya seperti Semarang Industri Kreatif yang ada di Kota Lama.

“Kalau dari pemerintah lumayan oke. Semarang katanya mau dijadikan kota fesyen di Indonesia. Pernah ada wacana kayak gitu. Perhatiannya jangan sekarang aja, tapi yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.

Bagi kamu yang mencari komunitas fesyen yang keren di Semarang, bisa gabung di Komunitas Benik nih, Millens! Ada kelas untuk pemula, lo! (Isma Swastiningrum/E05)

Membangun Ekosistem Fesyen Semarang Bersama Benik
Membangun Ekosistem Fesyen Semarang Bersama Benik

Laiknya benik (kancing) yang menyatukan dua sisi busana, komunitas ini bertujuan menyatukan pikiran para anggota yang berbeda latar belakang untuk memajukan fesyen di Semarang.

https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/komunitas-benik-penyatu-para-desainer-semarang

Latih Konsentrasi dan Strategi, Ini Serunya Main Board Game
Latih Konsentrasi dan Strategi, Ini Serunya Main Board Game

Jangan bangga dulu kalau kamu pintar main board game seperti catur dan ular tangga. Coba deh main board game menantang yang satu ini. Dijamin seru!

https://www.inibaru.id/hits/latih-konsentrasi-dan-strategi-ini-serunya-main-board-game