Kejutan-Kejutan Budaya dalam Film “Crazy Rich Asians”

Kejutan-Kejutan Budaya dalam Film “Crazy Rich Asians”
Crazy Rich Asians. (Vox.com)

Jika biasanya film-film hollywood hanya akan dibintangi aktor dan aktris Amerika, maka nggak dengan Crazy Rich Asians. Di film ini semua pemain berdarah Asia.

Inibaru.id – Crazy Rich Asia memberi sedikit bocoran seperti apa kehidupan para taipan Singapura.  Film yang diadaptasi dari novel Kevin Kwan ini menyajikan kisah Rachel Chu (Constance Wu) dan Nick Young (Henry Golding). Keduanya sudah berpacaran lebih dari setahun.

Suatu kali, Nick mengajak Rachel untuk datang ke pernikahan sahabatnya di Singapura, tempat asal Nick. Rencananya, Nick hendak sekaligus mengenalkan Rachel ke keluarganya. Namun, sesampainya di Singapura, Rachel justru dihadang banyak kejutan budaya! Dia baru menyadari bahwa kekasihnya adalah miliuner di Singapura.

Berlatar belakang di Singapura yang ultramodern, Crazy Rich Asians menyuguhkan kisah budaya yang cukup realistis. Yang unik, kendati kental dengan persoalan culture, film ini nggak mendorong para aktornya untuk “tenggelam” dalam stereotip masyarakat.

Menurut Constance Wu, acapkali masyarakat berpendapat bahwa orang Asia hanya mempunyai citra tunggal. Padahal, nggak demikian.

Seakan-akan nggak ada perbedaan antara warga Asia sebenarnya dan warga Amerika keturunan Asia. Padahal ada perbedaan besar di sana! Karena ada budaya yang berbeda. Film ini berusaha memperlihatkan perbedaan dan ini jarang terjadi," jelasnya, seperti ditulis Voaindonesia.com (25/8).

Rajai Box Office

 

Para pemain film Crazy Rich Asians. (nst.com.my)

Brilio.net (11/9) menulis, film ini sudah mampu mendulang 30 juta dolar AS atau setara dengan Rp496 miliar. Yap, benar-benar menguasai box office, nih!

Meski memiliki ide cerita yang terbilang biasa, bertemu keluarga calon suami yang ternyata konglomerat, susah mendapatkan hati calon mertua, dan kikuk mengikuti tradisi di keluarga calon, namun film ini memberi kesan segar. Ditambah lagi pengerjaan sinematografinya yang dikerjakan dengan serius. Semua terkesan mewah! Jadi jangan kaget ya kalau pulang nonton kamu jadi baper dan berandai-andai dilirik sama taipan. Ha ha

Film yang digarap oleh penulis naskah Peter Chiarelli dan Adele Lim ini juga begitu populer sama seperti novel aslinya. Saking larisnya di pasaran, Kevin Kwan menulis hingga tiga trilogi.

Eh, kamu lebih penasaran dengan filmnya atau novelnya, nih? (IB08/E05)