Idealisme Jamaah Cinema Mahasiswa yang Nggak Lekang oleh Waktu

Ingin mengungkapkan idealisme dan memberikan penyadaran mengenai film yang sehat dan edukatif, mahasiswa IAIN (kini UIN) Kalijaga Yogyakarta membentuk Jamaah Cinema Mahasiswa. Kiprah mereka sudah seperempat abad, lo.

Idealisme Jamaah Cinema Mahasiswa yang Nggak Lekang oleh Waktu
Ir.Soemarno menjadi fiksi terbaik (http://jcmkineklub.com/)

Inibaru.id ― Jamaah Cinema Mahasiswa atau yang biasa disebut JCM merupakan komunitas pembuat film mahasiswi-mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang aktif hingga saat ini dalam menghasilkan karya-karya film indie. JCM juga aktif mendiskusikan film-film yang telah diproduksi.

Kelompok penyuka film itu lahir pada 29 Oktober 1993, bertepatan dengan Hari Sumpah Mahasiswa yang ditandai pemberian resmi Piala Su’allik untuk kali pertama. Ketika itu, piala diberikan setelah pembahasan film berjudul Langitku Rumahku di Auditorium UIN (dulu IAIN) Sunan Kalijaga.

Dilansir dari jcmkineklub.com (26/1/2018) sebenarnya usia  JCM sudah 25 tahun, namun usianya lebih muda sebagai UKM sesuai SK Rektor IAIN Sunan Kalijaga pada tanggal 17 Oktober 1997, dan  resmi menjadi anggota Senakk (Sekretariatan Nasional Kine Club Indonesia) pada 1 Desember 1997.

Baca juga:
Latihan Kardio yang Mengasyikkan? Cobalah Jazzercise
Padi (Siap) Kembali

Oya, JCM ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap idealisme yang semakin pudar dalam industri sinema nasional. Kok bisa? Iya, karena idealisme sineas kalah oleh “kapitalisme” perfilman yang hanya memburu keuntungan dan kehilangan idealisme. Menurut para penggagas JCM, masyarakat kehilangan tontonan sehat, media kritik sekaligus rasa bangga terhadap produksi dalam negeri.

Karena itu, sebagai bentuk aktualisasi gagasan dalam menempatkan film atau sinetron sebagai media refleksi situasi sosial politik dan cerminan kebudayaan modern, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga menawarkan wahana komunikasi dengan dunia sinematografi “alternatif” dalam wadah komunitas yang mereka dirikan.

Yang pasti, Millens, JCM kini menjadi salah satu UKM kebanggaan UIN.

Seperti kita tahu, UIN adalah kampus Islam. Jadi JCM pun menjadi pula medium dakwah lewat film-film para anggotanya.

Bagaimana produktivitas mereka? Boleh dibilang mereka produktif banget. Puluhan film indie telah mereka produksi, antara lain Telor Mata Sapi, Ruang Kosong, Rantang, dan lain-lain. JCM juga mengharumkan UIN Sunan Kalijaga di Festival Film Kawal Harta Negara 2017, dengan film Ir. Soemarno yang menjadi pemenang film fiksi terbaik.

Baca juga:
Burgerkill dan Kisah Soliditas Sebuah Band
Shaggydog Peracik Beragam Genre Musik

Nggak cuma film, JCM juga memproduksi karya audiovisual lainnya seperti klip video, video feature, dokumenter, company profile, dan iklan. Beberapa bidang yang dipelajari dalam JCM adalah penyutradaraan, kepenulisan naskah, sinematografi, editing, manajemen produksi, sound directing, artistik, dan kamera.

Yap, seperempat abad telah berkiprah untuk sebuah komunitas mahasiswa adalah hal istimewa. Semoga mereka tetap istikamah menggenggam idealisme bahwa film memberikan edukasi dan tontonan sehat. (LIF/SA)