Jazz Ngisor Ringin, Wadah Bagi Kamu yang Suka Musik Jazz
Jazz Ngisor Ringin. (Inibaru.id/ Audrian F)

Jazz Ngisor Ringin, Wadah Bagi Kamu yang Suka Musik Jazz

Jazz Ngisor Ringin mewadahi para penikmat dan pelaku musik jazz yang ada di Kota Semarang. Jadi kalau kamu butuh main-main (jazz) malam-malam hari Senin, aksi panggung Jazz Ngisor Ringin bisa jadi alternatif.

Inibaru.id - Saya lumayan tergoda ketika mendekat kerumunan di pelataran Damai Residence itu. Makin dekat terdengar makin jelas, bahwa yang sedang dimainkan adalah “Isn’t She Lovely” milik Stevie Wonder.

Yap, saya sedang berada di “Jazz Ngisor Ringin”. Awalnya, tontonan ini lahir sebuah komunitas musik jazz dari Kota Semarang yang pada tahun ini sudah menginjak usia yang ke-10. Selama satu dekade ini pula, Jazz Ngisor Ringin menjadi ikon musikus jazz Kota Semarang.

Nama “Ngisor Ringin” berawal dari tempat kali pertama komunitas ini tercetus. Tempat mereka berkumpul di bawah pohon beringin. Eits, jelas ada unsur filosofisnya, Millens. Beringin adalah pohon yang bisa dipakai untuk bernaung. Bagi musikus dan penikmatnya, musik jazz memang bisa menaungi siapa saja, termasuk jika ingin digabungkan dengan alat musik dari genre apa pun.

“Kami lebih ke komunitas bukan grup musik. Soalnya kami juga mewadahi berbagai grup musik jazz teman-teman di Kota Semarang,” jelas Katrina Handriani, pengelola Jazz Ngisor Ringin yang sudah ikut sejak tahun pertama terbentuk.

Anggota Jazz Ngisor Ringin sedang meniup saxofon. (Inibaru.id/ Audrian F)

Jazz Ngisor Ringin memiliki 3 agenda yang rutin dilaksanakan. Yakni jamming session yang dilaksanakan setiap 2 Minggu sekali, jazz in the mall yang dilaksanakan setiap 1 bulan sekali dan yang terakhir adalah “Loenpia Jazz” yang diadakan setiap setahun sekali.

Saat saya datang, ngepasi mereka mengadakan jamming session. Secara bergantian anggota dari Jazz Ngisor Ringin menyumbangkan suara dan memainkan alat musik yang tersedia. Setiap orang begitu terampil dalam mengimprovisasi nada-nada jazz. Dari banyaknya partisipan tersebut, berbagai nada jazz bermunculan, mulai dari Jazz Fusion, Jazz Soul, Jazz Smooth hingga masih banyak lagi.

Dalam menjalankan kegiatannya, Jazz Ngisor Ringin belum memiliki keanggotaan yang terdaftar, hanya memang ada keanggotaan tetap yang senantiasa mengelola Jazz Ngisor Ringin. Orang-orang tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari musikus, penikmat, sampai pemerhati musik.

Konsep Jazz Ngisor Ringin yang digelar di bawah pohon beringin. (Inibaru.id/ Audrian F)

Oh, iya, dalam jamming session, nggak cuma bernyanyi-nyanyi musik jazz saja, ada juga diskusi soal musik jazz dan pelatihan musik jazz. Jadi, kalau kamu ingin lebih bisa menguasai musik jazz, kakak-kakak Jazz Ngisor Ringin siap membantu kok.

“Memang kami nggak ingin sekadar main-main musik saja, tapi memberikan edukasi tentang musik jazz itu sendiri kepada masyarakat,” terang Katrina.

Katrina juga menambahkan kalau sejauh ini, animo masyarakat dalam mendengar musik jazz cukup baik. Ditambah lokasinya yang berada di tengah kota memberi keuntungan karena jadi bisa dilihat oleh banyak orang.

“Untungnya beberapa kali pindah tempat, letaknya ada di tengah kota. Jadi orang-orang bisa mudah melihatnya,” tandas Katrina.

Yap, memang panggung jamming session dari Jazz Ngisor Ringin ini sudah beberapa kali mengalami perpindahan tempat. Dari panggung kafe-kafe, lapangan parkir Radio Republik Indonesia (RRI), hingga yang terakhir ini di pelataran Damai Residence.

Wah, semoga bisa eksis terus ya Jazz Ngisor Ringin. Buat kamu yang suka musik jazz, bisa banget nih mampir di setiap hari Senin. Cek jadwalnya di Instagram Jazz Ngisor Ringin ya, Millens. (Audrian F/E05)