Hangatnya Konser Jazz Berpadu dengan Dinginnya Dieng di Jazz Atas Awan

Hangatnya Konser Jazz Berpadu dengan Dinginnya Dieng di Jazz Atas Awan
Penampilan grup musik Every Day asal Yogyakarta mampu menghangatkan dinginnya udara Dieng dalam acara Jazz Atas Awan. (Inibaru.id/Putri Rachmawati)

Jazz Atas Awan menjadi salah satu rangkaian acara Dieng Culture Festival (DFC) yang memikat para pengunjung. Di tengah udara malam yang sangat dingin, grup-grup musik jazz mampu menghangatkan malam itu.

Inibaru.id – Acara yang ditunggu-tunggu dalam rangkaian festival tahunan Dieng Culture Festival (DCF), yakni Jazz Atas Awan, telah berlangsung pada Jumat (3/8/2018) malam. Digelar di kawasan wisata Candi Arjuna, Karangsari, Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, pergelaran musik tersebut dimeriahkan oleh sejumlah pemusik jazz lokal maupun nasional.

Sejumlah grup musik seperti Garhana, Every Day, Wedding Jahe, 5 Petani, Long in The Depth, dan Best Friend Project, turut serta dalam konser yang digelar mulai pukul 21.00 WIB tersebut. Nggak hanya itu, grup musik beraliran blues, yakni Gugun Blues Shelter, juga turut diundang sebagai bintang tamu.

Grup musik jazz asal Bandung, Garhana, turut meramaikan Jazz Atas Awan. (Inibaru.id/Putri Rachmawati)

Ratusan penikmat musik jazz tampak memadati salah satu event musik berskala nasional itu. Dinginnya Dieng nggak menyurutkan niat mereka untuk turut berdendang bersama para musikus yang ada.

Ya, Jazz Atas Awan memang menjadi salah satu daya tarik utama dalam DCF. Nggak hanya tahun ini, Jazz Atas Awan sebelumnya yang dimeriahkan Anji dan Katon Bagaskara juga cukup ramai dipadati pengunjung domestik maupun mancanegara.

Dingin, tapi Hangat

Dinginnya kawasan Candi Arjuna yang mendekati suhu nol derajat Celcius rupanya nggak menghentikan konser yang berlangsung hingga tengah malam itu. Lantunan musik jazz yang terus mengalun membuat suasana tetap hangat, termasuk saya. Tubuh boleh beku menggigil, tapi hati justru memanas dengan penampilan memukau para musikus.

Oya, sejumlah informasi menyebutkan bahwa embun yang menutupi rumput, kaca mobil, dan motor di sekitar panggung sudah berubah menjadi es malam itu. Fyuh!

Permainan perkusi oleh salah satu anggota grup musik Garhana. (Inibaru.id/Putri Rachmawati)

Api Unggun di Sejumlah Titik

Menjelang tengah malam, hawa dingin kian menggigit. Saya pun menyerah dan memilih melipir ke pinggir lapangan untuk menghangatkan diri. Panitia memang telah menyediakan sejumlah spot api unggun di pinggir lapangan. Di sana saya juga cukup tertolong dengan keberadaan pelbagai stan makanan dan minuman penghangat tubuh.

Para penonton yang memadati lapangan di kawasan wisata Candi Arjuna. (Inibaru.id/Mayang Istnaini)

Setelah dirasa cukup hangat, saya kembali ke depan panggung dan langsung disuguhkan penampilan puncak dari Gugun Blues Shelter. Para penonton yang semula hanya duduk menghangatkan diri pun langsung berdiri dan melangkah mendekati panggung, lalu berdendang bersama.

Hm, malam yang luar biasa! Buat kamu yang gagal datang ke Jazz Atas Awan, rugi banget! Tapi, tenang, Sabtu (4/8) malam nanti DCF masih bakal berlanjut dengan acara "Senandung Atas Awan" dan "Festival Lampion". Jangan terlewat lagi, lo! (Putri Rachmawati/E03)