Dilan 1991 Masuk Box Office Indonesia, Tahukah Kamu Maksudnya?

Dalam industri perfilman, istilah box office dan blockbuster,/i> sering disebut dalam pemberitaan atau omongan kita. Namun, tahukah kamu apa perbedaan kedua istilah tersebut?

<em>Dilan 1991</em> Masuk <em>Box Office</em> Indonesia, Tahukah Kamu Maksudnya?
Dilan menjadi salah satu film yang selalu menembus jajaran box office Indonesia. (Kurio)

Inibaru.id – Penggemar Dilan dan Milea sedang berbunga-bunga nih! Yap, sejak tayang pada Kamis (28/2/2019) lalu, film ini berhasil masuk jajaran box office Indonesia, lo. Dalam waktu tiga hari saja, film ini berhasil meraup sekitar 2 juta penonton.

Dikutip dari Tribunnews, Selasa (5/3/2019), sekuel kisah cinta Milea dan Dilan itu sudah ditonton tak kurang dari 3.107.000 orang hingga Senin (4/3). Pencapaian ini dipastikan akan terus bertambah lantaran film berbujet Rp 20 miliar tersebut masih tayang di bioskop Tanah Air hingga kini.

Dilan 1991 juga dipastikan bakal tetap nyaman menduduki posisi tertinggi box office Indonesia 2019 lantaran pundi-pundi rupiah yang bakal masuk kantong Falcon Pictures sebagai perusahaan yang memproduksi film tersebut.

Eh, ngomong soal box office, kamu tentu nggak jarang mendengar istilah ini. Yuk, cari tahu!

Istilah box office kini diartikan sebagai film yang berhasil meraih pendapatan melampaui biaya produksinya. Semula, box office merujuk pada loket tiket. Istilah ini lahir karena penonton pada masa itu membeli tiket melalui sebuah lubang di jendela atau dinding. Konon, istilah ini juga digunakan dalam pertunjukan drama dan teater, Millens.

Jadi, kalau ada berita bahwa Dilan 1991 masuk jajaran box office di Indonesia, ini berarti pendapatan film yang diproduseri Ody Mulya Hidayat itu telah melampaui ongkos produksinya.

Blockbuster

Selain box office, ada pula istilah blockbuster. Meski sama-sama menakar keberhasilan film dari segi pendapatan atau keuntungan, keduanya memiliki perbedaan. Blockbuster digunakan untuk menyebut film-film dengan pendapatan luar biasa besar, sekitar 100 juta dolar AS.

Film jenis ini biasanya juga memiliki target pemasaran yang lebih luas. Film-film Marvel seperti Iron Man dan The Avengers adalah contoh film-film blockbuster.

Nah, gimana, sudah ada pencerahan? Jadi, jangan asal sebut, ya, dalam Mulai sekarang sebelum mengkategorikan film tersebut masuk jajaran blockbuster atau box office, cek dulu jumlah penonton dan biaya produksinya ya. He-he. (IB15/E03)