Jadi Tontonan Tahunan, Teatrikal Pertempuran 5 Hari di Semarang Dibikin Lebih Mencekam

Rekaman Pertempuran 5 Hari di Semarang ditayangkan kembali lewat teatrikal yang dimainkan 160 pelajar dari berbagai daerah di Kota Semarang. Seperti apa keseruannya?

Jadi Tontonan Tahunan, Teatrikal Pertempuran 5 Hari di Semarang Dibikin Lebih Mencekam
Teatarikal masyarakat Kota Semarang melawan tentara Jepang. (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Malam itu, Kota Semarang yang biasanya dipenuhi gemerlap lampu menjadi gelap gulita. Suara sirine meraung-raung kencang seakan memberitahukan kalau bakal ada peperangan. Situasi ini mirip dalam salah satu adegan film Hiroshima. Di tengah kegelapan semua orang dikejutkan dengan suara 7 kali dentam meriam.

Nggak lama berselang, muncul sekelompok orang berpakaian ala masyarakat Semarang tempo dulu. Ada juga sejumlah tentara Jepang yang sengaja membuat suasana chaos.

Eits, jangan panik dulu. Semarang aman kok. Mereka itu sedang melakukan teatrikal yang menceritakan bagaimana pertempuran 5 hari di Semarang bermula hingga berakhir. Pertunjukan digelar, Senin (14/10) di kawasan Tugu Muda Semarang.

Teatrikal dengan latar belakang Tugu Muda. (Inibaru.id/ Audrian F)

Para aktor yang diperankan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Semarang cukup terlatih bermain teater. Masyarakat pun tampak antusias menyaksikan pertunjukan meski sudah menjadi acara tahunan.

FYI, pertunjukan ini merupakan garapan Teater Pitoelas Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag). Tercatat sudah 12 kali mereka menjadi penanggungjawab dalam teatrikal Pertempuran 5 Hari di Semarang. Wah, keren ya, Millens! Nggak heran jika semua terlihat profesional.

Aksi melawan tentara Jepang. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Aksi teatrikal ini memuat sebanyak 160 siswa SMP dan SMA di Kota Semarang. Sebetulnya jalan ceritanya sama, cuma bedanya kami tambah lebih mencekam,” ucap Daffa Afrialdo, ketua Teater Pitoelas. “Persiapan kami cuma 2 Minggu,” tambah Daffa.

Benar saja, suara dentuman yang datang tiba-tiba dan bervolume keras, lumayan membuat hati bergetar. Beberapa penonton bahkan berteriak. Salut deh!

Tampak menyaksikan pertunjukan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Menurutnya ini peringatan ini punya arti penting baik secara historis maupun motivasi bagi Kota Semarang.

“Peringatan pertempuran 5 hari di Kota Semarang ini harus jadi momentum bagi Kota Semarang. Bahwasanya para pejuang rela mengorbankan banyak hal untuk mempertahankan kemerdekaan khususnya Kota Semarang. Oleh sebab itu, kita nggak boleh kalah dengan semangat para pejuang untuk membangun kota Semarang. Berjuang bersama dan bergerak bersama,” ujar Hendi.

Teatrikal Gubernur Wongsonegoro. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain itu Hendi juga ingin peringatan ini menjadi ikon Kota Semarang. "Kami ingin peringatan ini menjadi ikon Kota Semarang seperti halnya peringatan 10 November di Kota Semarang,” tandasnya. Setelah pertunjukan usai, Wali Kota menyerahkan Semarang Award kepada belasan tokoh yang berjasa dalam Pertempuran 5 Hari Semarang di Museum Mandala Bakti.

Kamu ikutan nonton peringatan Pertempuran 5 Hari ini juga nggak, Millens. (Audrian F/E05)

Tags : #KotaSemarang