Hereditary, Film Horor yang Disanjung Setinggi Langit Para Kritikus

Hereditary, Film Horor yang Disanjung Setinggi Langit Para Kritikus
Hereditary. (Thesassologist.com)

Bosan dengan jumpscare khas film horor? Kamu wajib nonton Heredity. Film ini disebut-sebut sebagai film horor terbaik oleh para kritikus film, lo.

Inibaru.idMillens siap menyaksikan film horor yang disebut-sebut sebagai film horor terseram tahun ini oleh para kritikus film? Film ini berjudul Hereditary. Setelah diputar di Festival Film Cannes 2018 dan Festival Film Sundance 2018, film karya Ari Aster ini menuai respon positif dari kritikus film.

Hal itu merupakan suatu pencapaian bagi sang sutradara. Meskipun ini film horor pertama dan film berdurasi panjang pertamanya, Aster mampu menampilkan jalan cerita yang menarik dan berbeda dari film horor kebanyakan.

Kutukan yang Diwariskan

Penasaran dengan jalan cerita film ini? Ditulis dalam kincir.com (28/06/2018), tergambar dari judulnya, Hereditary berkisah tentang warisan. Tapi bukan warisan harta melainkan warisan kutukan keluarga yang diturunkan ke anak cucu keluarga Graham.

Jika film horor yang lain banyak menampilkan adegan jumpscare yang mengagetkan, Hereditary tampil dengan penuh teror dengan ilustrasi suara yang begitu menegangkan. Teka-teki teror yang menimpa keluarga Graham menjadi sumber dari kengerian film ini.

Film ini dibintangi oleh Toni Collette (Annie Graham) sebagai ibu, Gabriel Byrne (Steve Graham) sebagai suami Annie, Alex Wolff (Peter Graham) sebagai anak pertama, dan Milly Shapiro (Charlie Graham) sebagai adik Peter. Kendati bukan aktor dan aktris ternama. Mereka mampu menyuguhkan akting yang memukau dalam film ini. 

Salah satu scene dalam film Hereditary. (modernhorrors.com)

Aster jeli dalam memilih kru untuk pembuatan film Hereditary ini. Kolaborasi Pawel Pogorzelski sang sinematografer dan Grace Yun di bangku produksi mampu membangun suasana ngeri dengan nuansa dan tone yang gelap sepanjang film ini. Gerakan kamera yang pas membuat kamu seolah-olah berada di dalam film itu.

Satu hal lagi yang patut diapresiasi adalah efek suara yang juara. Colin Stetson berhasil menjadikan film ini semakin mencekam. Suara yang hening, bisikan, serta nada-nada yang disuguhkan akan buat kamu belingsutan selama 127 menit.

Setelah lebih dulu diputar di Negara-negara Eropa beberapa bulan lalu, akhirnya kamu bisa ikut merasakan ketegangannya tanggal 27 Juli nanti. Sst, jangan nonton sendirian ya. (IB13/E05)