<em>Rembulan Tenggelam di Wajahmu</em> Mengajak Penonton Merefleksikan Makna Hidup
Poster Rembulan Tenggelam di Wajahmu. (Tribunnews)

Rembulan Tenggelam di Wajahmu Mengajak Penonton Merefleksikan Makna Hidup

Bagi penonton yang belum sepat baca novel yang jadi ruh film dengan judul sama ini bisa jadi hanya bengong, seperti saya. Tapi film ini bakal bikin kamu merefleksikan berbagai peristiwa semasa hidupmu yang mungkin nggak pernah terpikirkan sebelumnya.

Inibaru.id - Jika kamu penggila novel Tere Liye, maka menonton Rembulan Tenggelam di Wajahmu mungkin bisa kamu agendakan. Jujur, saya yang nggak membaca namun nekat menonton film dengan judul yang sama ini cuma bisa terbengong-bengong.

Di awal cerita, Rehan yang diperankan oleh Arifin Putra merupakan lelaki yang nampak gagah namun harus terbaring sakit. Di Sepanjang film, penonton bakal dibawa untuk menengok kilas balik hidup Rehan saat remaja yang diperankan oleh Bio One.

Eits, ini bukan kilas balik biasa! Sampai saat ini pun saya masih bengong karena ada Rehan saat remaja dan Rehan renta dalam balutan baju pasien dalam satu tempat. Semacam time traveler gitu deh.

Selama kilas balik tersebut, saya nggak henti-hentinya merasa ngenes dari berbagai peristiwa yang dialami Rehan. Namun di balik berbagai peristiwa ngenes tersebut, guyonan Diar (Yudha Keling) mampu bikin seisi bioskop tertawa.

Rembulan dan CGI yang Menyedihkan

Yang khas dari film ini, kamu bakal disuguhi pemandangan langit atau lanskap kota yang sama-sama gemerlap. Mungkin karena judulnya Rembulan Tenggelam di Wajahmu kali ya? Sayangnya, CGI yang harusnya menyempurnakan lanskap agar nampak lebih bagus ini malah membuat film ini nampak ‘menyedihkan’. Wagu! Saran saya, turunkan standartmu akan efek CGI yang ciamik ala Hollywood. Niscaya, kamu bakal tetap duduk manis menontonnya.

Lanskap di film ini menampilkan Kota Semarang karena memang digarap di Kota Lunpia, Millens! Nggak Heran Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi turut mempromosikan film ini lewat unggahan di akun sosial media pribadinya.

Dari berbagai kekurangan, satu-satunya yang saya suka dari film ini adalah dialog Arifin Putra dengan malaikat yang membawaya ke masa lalu. Dialog keduanya benar-benar bikin saya kembali mengenang masa lalu dan memikirkan berbagai peristiwa yang terjadi di hidup saya.

Dalam perjanan pulang menonton film pun saya terdiam dengan berbagai pertanyaan yang memenuhi benak saya.

“Apa benar ada makna yang pengin disampaikan Tuhan dalam setiap peristiwa di hidup saya seperti apa yang dialami Rehan?” Pikir saya hingga hari ini.

Yap, Rembulan Tengelam di Wajahmu bakal membuatmu berpikir tentang makna hidup yang nggak pernah terpikirkan. Yang saya takutkan, saya harus menunggu hingga renta seperti Rehan untuk mendapatkan Jawabannya dari berbagai peristiwa di hidup saya.

Oh ya, film ini bakal ada sekual yang akan menjawab beberapa pertanyaan Rehan, mungkin juga pertanyaanmu. Jadi gimana, Millens? Tertarik Menontonnya? (Zulfa Anisah/E05)