Distribusi Musik Digital ala Irama Records

Distribusi Musik Digital ala Irama Records
Irama Records menyediakan jasa distribusi musik digital bagi para musikus Indonesia. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Mendengar musik melalui layanan digital streaming sedang marak sekarang ini. Itu bisa terjadi karena ada orang-orang yang mengurusi distribusi musik ke layanan digital streaming. Salah satunya adalah Irama Records asal Semarang.

Inibaru.id – Perkembangan teknologi memang menuntut perubahan dalam banyak hal. Dalam urusan musik, baik dari aspek produksi, distribusi, hingga konsumsi menjadi berubah. Sekarang orang nggak lagi intens mendengarkan musik melalui bentuk rilisan fisik. Layanan digital streaming telah menjadi akses utama dalam mendengarkan musik. Dari sanalah distribusi musik secara digital berperan.

Salah satu label rekaman yang mendistribusikan musik secara digital adalah Irama Records asal Semarang. Didirikan pada Mei 2019, Irama Records telah medistribusikan karya banyak musikus Semarang, seperti Olly Oxen, Soegi Bornean, dan Malik Ros. Karya-karya itu didistribusikan di banyak layanan digital streaming.

“Di era digital ini, distribusi di platform streaming digital pasti menjadi pilihan. Selain mudah diakses oleh pendengar, untuk promosi tentunya,” tulis Irfan Abdy dan Sani, pengelola Irama Records, melalui pesan singkat, Sabtu (28/3).

Mendengarkan musik lewat layanan <i>digital streaming</i> menjadi pilihan paling mudah dilakukan saat ini. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Mendengarkan musik lewat layanan digital streaming menjadi pilihan paling mudah dilakukan saat ini. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Urusan distribusi memang sangat penting bagi sebuah produk kesenian. Orang-orang yang mengambil porsi ini memastikan produk kesenian tersebut bisa hadir di tangan kita dengan baik dan aman.

Untuk distribusi rilisannya, Irama Records nggak tanggung-tanggung, Millens. Semua layanan digital streaming dibabat untuk distribusi rilisannya. Mulai dari Spotify, Deezer, Apple Music, Tidal, Joox, hingga Youtube. Hal itu digunakan agar semakin banyak akses dan pendegar atas musik yang mereka rilis.

Nggak cuman soal menghadirkan musik di layanan digital streaming, Irama Records juga mengurusi artwork dan press release untuk sebuah rilisan.

Walaupun akses digital atas musik sangat mudah dan jamak sekarang ini, nyatanya hal itu belum menguntungkan secara bisnis. Untuk urusan royalti, layanan digital streaming memang masih harus berbenah. Musikus sekaliber Taylor Swift saja sempat mencak-mencak melihat pendapatannya dari merilis musik di Spotify.

Berangkat dari sana, Irama Records menerapkan prinsip transparan dalam kerjanya. Prinsip bekerja dengan transparan ini juga yang mendasari berdirinya Irama Records. Perihal mekanisme kerja, royalti, dan revenue, Irama Records membeberkannya secara transparan dengan para musikus yang mereka disribusikan karyanya. Hal itu juga penting agar musikus paham bagaimana cara layanan digital streaming bekerja.

“Untuk pendistribusian digital sih yang penting kepercayaan. Karena banyak musisi yang kita kelola revenue dan royaltinya. Perlu team yang transparan,” tambah Irfan dan Sani.

Bagaimana, kamu tertarik rilis musik di layanan digital streaming, Millens? (Gregorius Manurung/E05)