Digelar Setiap Jumat Malam, Urban Street Music Jadi Hiburan Meriah di Tengah Kota Semarang

Semarang memiliki event musik yang rutin digelar setiap Jumat Malam di selasar Balai Kota Semarang. Acara itu bernama Urban Street Music. Pengisinya nggak lain dan nggak bukan adalah para musikus Kota Semarang.

 Digelar Setiap Jumat Malam, Urban Street Music Jadi Hiburan Meriah di Tengah Kota Semarang
Penampilan Indonesia Rock pada Urban Street Music. (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Seharian berkutat di kampus membuat saya penat juga. Saya butuh yang asyik-asyik nih biar otak nggak blank. Tapi tentu harus ramah di kantong. Saya menggeber sepeda motor dan menyusuri tengah kota. Belum lepas dari Jalan Pemuda, tepatnya mendekati Kantor Balai Kota Semarang, sayup-sayup saya mendengar gebukan drum dan bass. Semakin mendekat terdengar jelas seseorang sedang menyanyikan lagu “Sweet Child of Mine”.

Malam-malam menikmati musik gratisan boleh juga nih. Seperti yang saya duga, acara musik selalu menarik. Di sana sudah banyak penonton. Sebagian penonton adalah para pegawai kantor yang sengaja belum pulang untuk menikmati acara Urban Street Music ini. Eh, sudah tahu belum kalau setiap Jumat malam, Pemkot Semarang menggelar acara musik ini di depan Balai Kota? Para pengisinya musikus Kota Semarang, lo.

Nggak cuma acara musik, Millens. Kamu juga bisa membeli aneka kuliner dari food truck yang "mangkal" di sana.

Sekawanan musisi sedang hanyut dalam hentakan musik rock. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saat saya datang, pengisi acara adalah terdiri atas Deserted, Moxie, Indonesia Rock, dan Pink Rock Rose. Dari namanya saja sudah tampak kalau genre mereka merupakan musikus rock. Itulah mengapa pada Jumat (6/8) malam itu temanya “Rock on The Street”. Biar seru dan penonton nggak bosan, genre musik sengaja diselang-seling.

Indriyasari (tengah), kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, berada di tengah-tengah musikus yang mengisi acara Urban Music Street di depan Balai Kota. (Inibaru.id/ Audrian F)

Rupanya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi beberapa kali ikut bernyanyi. Tapi sayangnya, dia absen malam itu. Nggak apa-apa. Gantinya, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, yang menyumbangkan suara. Dia menyanyikan “Rumah Kita” milik GodBless.

Acara seperti ini menurut saya penting untuk terus dilaksanakan, Millens. Selain menghidupkan kesenian dan potensi lokal di tengah kota, waktu penyelenggaraan pada malam hari bisa untuk melepas lelah bagi para pekerja yang berada di Kota Semarang. Seperti yang saya alami. Semua penat, lenyap! (Audrian F/E05)