Catatan 2017: Gengsi Internasional Film Kita

Biopik, drama, thriller, dan horor mewarnai film kita sepanjang 2017 dan banyak yang mendapat penghargaan internasional. Genre horor mendominasi, juga pada awal 2018.

Catatan 2017: Gengsi Internasional Film Kita
Sekala Niskala (The Seen and Unseen) (highonfilms.com)

Inibaru.id – Dari tahun ke tahun, film berkualitas mewakili Indonesia di festival film internasional. Beberapa film beroleh penghargaan bergengsi. IDN Times mencatat delapan film kita mendulang penghargaan internasional selama 2017.

Kedelapan film itu Athirah, Sekala Niskala (The Seen and Unseen), Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts), Istirahatlah Kata-Kata, Battle of Surabaya, Humba Dreams, Ruah (The Malediction), dan Turah.

Tim Millens Inibaru mengulas singkat dua di antaranya.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

 

Adegan dalam Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Brilio.net)

Film ini beroleh penghargaan dari Tokyo Filmex International Film Festival 2017. Sebelumnya, film garapan Mouly Surya ini juga sukses membawa pulang penghargaan prestisius dari festival film di Maroko, Polandia, Spanyol dan Filipina.

Bahkan Marsha Timothy yang untuk pertama kalinya harus melakoni karakter pembunuh, dinobatkan sebagai “Aktris Terbaik” dalam Festival Film di Spanyol mengalahkan aktris Hollywood.

Baca juga:
Tepuk Tangan untuk "Ziarah" di Tokyo
Kalahkan Nicole Kidman, Marsha Timothy Berjaya di Katalunya

Sesuai judulnya Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak terbagi dalam empat babak: (1) perampokan di rumah Marlina, (2) perjalanan Marlina ke kantor polisi dengan membawa serta kepala perampok yang telah dibunuhnya, (3) pengakuan dan (4) kelahiran.

Sekala Niskala (The Seen and Unseen)

 

Adegan dalam Sekala Niskala (The Seen and Unseen) (tiff.net)

Digarap oleh sutradara Kamila Andini, film yang memilih Pulau Dewata untuk pengambilan gambar ini menjadi satu-satunya film Asia yang diputar dalam sesi paling bergensi Platform) di Toronto Internasional Film Festival (TIFF) 2017.

Selain TIFF 2017, film ini juga berlaga dalam Venice Production Bridge, Hong Kong Asia Film Financing Forum dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-12.

Dan yang tidak kalah menggembirakan, The Seen and Unseen  mendapatkan penghargaan dari Asia Pasific Screen Award-Tokyo Filmex International Film Festival untuk kategori Best Youth Film.

Film mengisahkan mengenai Tantri yang selalu menemani Tantra, saudara kembarnya yang tergeletak lemah akibat penyakit yang menyerang otak. Penasaran? Film itu sudah bisa ditonton pada 2018.

 

Film Paling Ditunggu pada Awal 2018

Film horor yang cukup laris pada 2017 kembali akan muncul pada awal 2018. Genre lain yang ada adalah sejarah. IDN Times mencatat 11 yang bakal tayang, yaitu Silariang: Cinta yang (Tak) Direstui, Rumah Belanda, Flight 555, Dilan 1990, Arumi, Eiffel I’m in Love 2, Meet Me After Sunset, Nini Thowok, Bunda-Cinta Dua Kodi, Maipa Deapati & Datu Museng,  dan Danur 2: Maddah

Tiga di antaranya diulas singkat Tim Millens Inibaru.

Maipa Deapati & Datu Museng

  Maipa Deapati & Datu Museng (fuzionproductions.com)

Tayang mulai 11 Januari 2018 di bioskop, film ini diangkat dari roman sejarah yang beredar di kalangan orang-orang Makassar. Bercerita tentang kisah Datu Museng pemuda pemberani dari Gowa yang jatuh cinta pada wanita yang cantik jelita, kembang Kesultanan Sumbawa bernama Maipa Deapati. Kedua sejoli  ini harus memperjuangkan cinta mereka di tengah perjuangannya melawan kolonial Belanda. Bahkan demi menjaga cintanya pada sang suami, Maipa Deapati rela mati di tangan Datu Museng dari pada disentuh oleh tangan orang Belanda yang menyukainya.

Danur 2: Maddah

Danur 2: Maddah (MD Pictures)

Sukses mencuri perhatian di film pertamanya, kali ini Danur 2 juga diadaptasi dari sekuel novel Danur yang berjudul Maddah. Masih menghadirkan Prilly Latuconsina yang berperan sebagai Risa yang memiliki teman-teman hantu Belanda. Berbeda dengan teman-teman hantunya, Risa justru tumbuh dewasa dan semakin sibuk dengan kegiatannya. Risa menyadari bahwa persahabatannya dengan Pater serta teman-temannya kini terancam. Saat Risa mengunjungi tempat yang dihuni oleh sahabat-sahabatnya, ada sosok hantu lain yang menginginkan Risa pergi dari tempat itu.

Nini Thowok

 

Nini Thowok (Youtube)

Film ini dibuat berdasarkan literatur Jawa yang artinya boneka yang terbuat dari siwur (gayung dari batok kelapa). Gayung tersebut menyerupai boneka jaelangkung. Di sini diceritakan tentang seorang gadis yang kehidupannya dihantui oleh arwah menyerupai nenek tua dan berambut putih yang sering disebut sebagai Nini Thowok.

Baca juga:
Pengabdi Setan” Akan Melanglang ke Amerika Latin
Komponis dan Budayawan Islam Jadi Maestro Indonesia

Nabung ya untuk siap-siap nonton film-film itu? (EBC/SA)