Burgerkill dan Kisah Soliditas Sebuah Band

Burgerkill, band metalcore dari Bandung ini sudah eksis lebih dari dua dekade. Soliditas mereka patut diacungi jempol.

Burgerkill dan Kisah Soliditas Sebuah Band
Personel Burgerkill (Lorongmusik.com).

Inibaru.id – Millens tahu nama band metalcore dari Kota Bandung yang eksis sejak 1990-an? Ya itulah Burgerkill.

Nama band diambil dari nama restoran makanan siap saji asal Amerika, yaitu Burger King, yang kemudian diparodikan menjadi Burgerkill.

Dilansir dari Hai.grid.id, band yang sampai sekarang masih kokoh diperkuat Vicky (vokal), Ebenz (gitar), Agung (gitar), dan Ramdan (bas), dan Putra Pra Ramadhan (drum sejak Agustus 2016).

Burgerkill yang dibentuk pada Mei 1995 ini dipelopori oleh Ebenz. Dia yang dari Jakarta ke Bandung untuk melanjutkan sekolahnya. Dari sekolah itulah Ebenz bertemu dengan Ivan, Kimung, dan Dadan sebagai line-up pertamanya.

Jejak Burgerkill yang pertama, yaitu merilis single lewat album kompilasi Underground Phenomenon Richard pada awal 1997. Pada tahun yang sama Burgergill kembali ikut dalam kompilasi Breathless dengan menyertakan lagu “Offered Sucks”.

Selanjutnya, pada 1998 perjalanan mereka berlanjut dengan rilisan single “Blank Proudness” dalam kompilasi band-band Grindcore Ujungberung berjudul Independent Rebel.

Nggak berhenti di situ, pada awal 1999 Burgerkill mendapat tawaran dari perusahaan rekaman independen Malaysia, Anak Liar Records yang melahirkan album Three Ways Split bersama band Infireal (Malaysia) dan Watch Is Fall (Perancis).

Pada 2000, akhirnya Burgerkill merilis album perdana mereka berjudul Dua Sisi dengan label Riotic Records. Pada tahun yang sama, band ini juga merilis single “Everlasting Hope Never Ending Pain” dalam kompilasi Ticket To Ride.

Prestasi ciamik diraih pada pertengahan Juni 2003 ketika Burgerkill menjadi band Hardcore pertama di Indonesia yang menandatangani kontrak sebanyak enam album dengan salah satu label Sony Musik. Pada akhir 2003, Burgerkill merilis album kedua bertitle Berkarat.

Dan pada awal Januari 2007 mereka telah sukses menggelar serangkaian tur di kota-kota besar di Jawa dan Bali untuk mempromosikan album baru mereka.

Yang jelas, lebih dari dua dekade bertahan dalam belantika musik Indonesia adalah sebuah prestasi. Lebih-lebih, selama itu tercatat hanya sekali ganti personel. Soliditas Burgerkill luar biasa. (LAM/SA)