Begini Cara Warga Kampung Batik Peringati Hari Batik Nasional

Begini Cara Warga Kampung Batik Peringati Hari Batik Nasional
Warga Kampung Batik ikut membatik kain sepanjang 100 meter. (Inibaru.id/ Audrian F)

Satu dasawarsa sudah UNESCO mendaku batik sebagai warisan dunia dan menandai 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Lalu semeriah apa sih perayaan Hari Batik Nasional di Kampung Batik Semarang?

Inibaru.id - Bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober lalu, warga Kampung Batik tentu nggak mau tinggal diam. Untuk memeriahkannya, mereka menggelar kegiatan unik yaitu membatik kain yang terbentang sepanjang 100m. Wah!

Acara bertajuk "Membatik untuk Negeri" ini diadakan di sepanjang Kampung Gedong di Rejomulyo Semarang, Rabu (2/10) pagi. FYI, kain yang digunakan nggak benar-benar polos kok, Millens. Terlebih dahulu telah diisi pola motif Semarangan yang menonjolkan gambar pohon asam dan warak ngendog.

Kepala Dinas Perindustrian, Mustohar (paling kanan) ikut membuka menggambar kain sepanjang 100 meter. (Inibaru.id/ Audrian F)

Jadi tinggal mengikuti pola dan mewarnainya. Eits, kegiatan ini terbuka untuk siapa saja. Bahkan, beberapa wisatawan asing asyik ikut serta membatik. Seru kan?

Dalam sambutannya, Eko Harianto selaku ketua Paguyuban Batik Semarang mengungkapkan kalau acara ini menjadi bukti Kota Semarang punya batik. “Nggak hanya daerah-darerah yang identik saja seperti Jogja, Solo dan Pekalongan,” katanya menambahkan.

Batik membentang di sepanjang Kampung Gedong. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kemudian Eko mengajak hadirin bersyukur karena Batik Semarang kembali hidup dan masih bertahan hingga kini. Yap, Kampung Batik Semarang ini sebetulnya sudah produktif sejak sebelum penjajahan Jepang lo, Millens. Sayangnya semua hancur ketika masa pendudukan Jepang. Seluruh kampung dibumihanguskan. Barulah tahun 2005-2006 kampung ini kembali dirawat secara serius.

Warga Semarang agaknya harus bangga memiliki Kampung Batik. Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Mustohar, mengatakan kalau kampung ini merupakan bagian dari program unggulan Kota Semarang yang berbasis kampung tematik.

“Ya, selain menjadi bukti kalau Semarang punya batik, Kampung Batik ini merupakan salah satu harta penting Kota Semarang yang telah dikelola potensinya dalam lini kampung tematik. Itulah mengapa Pemerintah Kota Semarang selalu mendukung penuh dengan apa yang akan dikerjakan sejauh itu untuk perkembangan kampung,” jelasnya.

Salah seorang peserta menggambar di kain batik sepanjang 100 meter. (Inibaru.id/ Audrian F)

O ya, selain membatik di kain yang membentang sepanjang 100 meter, ada juga lomba mural juga yang diikuti oleh umum. Kemarin kamu ikutan juga nggak? Jangan cuma sibuk "membatik" hati si dia saja ya. Ha ha  (Audrian F/E05)