Bawa Kenangan Era 80 Sampai 90-an, Grand Maerakaca Selenggarakan Djadoel Mantoel

Bawa Kenangan Era 80 Sampai 90-an, Grand Maerakaca Selenggarakan Djadoel Mantoel
Panggung musik Djadoel Mantoel. (Inibaru.id/ Audrian F)

Grand Maerakaca menyelenggarakan acara dengan konsep nostalgia masa lampau yang bernama Djadoel Mantoel. Seperti apa keseruannya?

Inibaru.id - Kenangan akan masa lalu mungkin nggak akan pernah lekang oleh waktu. Entah itu momen, suatu perkakas, atau sebuah tempat yang berkesan, pasti akan membekas lama. Nah, untuk kembali mengingat-ingat memori masa silam, Grand Maerakaca punya cara yakni dengan membuat acara bertajuk “Djadoel Mantoel”.

Selain untuk meramaikan Grand Maerakaca, acara ini juga dihadirkan bagi mereka yang ingin mengenang masa lalu. Hal itu diungkapkan oleh Direktur PT. PRPP Jawa Tengah Titah Listiorini.

“Acara ini ada untuk nostalgia. Khususnya bagi mereka yang melwati usia di tahun 80-90 an. Di sini kita bernyanyi bersama dengan lagu-lagu lawas,” ujar Titah.

Daya tarik utama pada acara ini terletak pada panggung musik yang menyajikan lagu-lagu lama. Para penyanyi  adalah musikus Kota Semarang tahun 1980-an seperti Java Stone dan Mahajana Band yang cukup tenar pada masanya.

Salah seorang pengunjung mengabadikan diri di antara barang-barang antik yang dipamerkan pada acara Djadoel Mantoel. (Inibaru.id/ Audrian F)

Begitu para penonton masuk, alunan tembang lawas dari Koes Ploes, God Bless, dan Nasidah Ria terdengar. Rupanya, acara ini juga menarik minat para kawula muda, lo. Mereka tampak terhibur dan ikut bernyanyi.

“Kami harap dengan diselenggarakannya acara ini, bisa menjalin silaturahmi antara generasi tua dengan generasi muda,” jelas Titah.

Selain panggung hiburan yang diisi dengan lagu-lagu lawas, ada juga kegiatan lain yang nggak kalah seru dan nggak jauh-jauh dari masa lampau seperti, senam SKJ ‘88, lomba mewarnai untuk peserta anak-anak, atraksi boneka suara perut, Festival Boeboer Ketan Kintjo, Festival Dolanan Anak, dan Musik Jalanan. Semua seni pertunjukan bisa ditonton gratis, peserta hanya membeli tiket masuk Grand Maerakaca Rp 10 ribu setiap pengunjung.

Nah, khusus bagi kamu penikmat barang antik, pada acara Djadoel Mantoel ini juga menyediakan pameran dari barang-barang kuno seperti kaset pita tip, kamera-kamera seri lama, buku-buku stensilan, dan berbagai perkakas lama yang bisa membawa kamu bernostalgia dengan masa lalu.

Acara Jadoel Mantoel ini juga bersamaan dengan pelaksanaan Festival Lampion yang dihanyutkan di tambak mini Grand Maerakaca. Jadi bisa dibayangkan ya bagaimana nuansa nostalgia masa lampau yang makin didukung dengan kerlap-kerlip lampion. 

Nggak nyesel deh, Millens saya menyempatkan waktu datang ke sana. Semoga acara seperti ini digelar kembali. (Audrian F/E05)