Asyiknya Berbagi Mixtape di Tengah Wabah Covid-19

Asyiknya Berbagi Mixtape di Tengah Wabah Covid-19
Membuat dan menyebarkan mixtape menjadi kegiatan "nagih" selama wabah Covid-19 ini. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Di tengah banyak aktivitas selama #DiRumahAja, kegiatan berbagi mixtape menjadi menarik. Bagaimana cerita di balik pembuatannya?

Inibaru.id – Selama wabah Covid-19 melanda Indonesia, banyak yang harus membatasi kesehariannya dengan melakukan swakarantina. Hal ini memang membuat orang mesti menunda banyak agenda, baik yang harian maupun yang direncanakan. Namun, banyak kegiatan yang bisa dilakukan selama swakarantina ini. Salah satunya adalah dengan berbagi mixtape atau playlist lagu.

Di story Instagram saya, sih, banyak yang melakukannya. Bahkan teman-teman yang biasanya jarang membagikan lagu yang sedang didengarkan, kini ikut membuat mixtape, lo, Millens.

Pada Selasa (7/4), saya bertemu dengan Sultan Salahudin, mahasiswa Antropologi Sosial Universitas Diponegoro. Selama wabah Covid-19 ini, dia sudah membuat empat mixtape di akun Spotify-nya. Mixtape tadi ada yang isinya musik punk semua, ada juga yang hip-hop semua. Bahkan mixtape punk buatan Sultan durasinya empat jam, lo!

Namun, urusan genre lagu itu nggak ajek menurut Sultan. Satu mixtape bisa berisi bermacam genre.

“Gua punya mixtape itu genrenya nggak ada yang sama, tapi dia itu punya inti lirik yang sama: gua pergi dari rumah dan gua merasa kesepian,” ucap laki-laki asal Bogor ini.

Sultan mengakui bahwa membuat mixtape bisa mengisi kekosongan harinya selama Covid-19 ini. Pada saat yang sama, Sultan merasa dia mendapatkan pengalaman dan perasaan baru ketika mendengarkan musik untuk dia masukkan ke dalam mixtape.

Meskipun mixtape-nya dibuat di layanan digital, Sultan masih mengoleksi rilisan fisik musikus idolanya. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Meskipun mixtape-nya dibuat di layanan digital, Sultan masih mengoleksi rilisan fisik musikus idolanya. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Biasanya ketika dia mendengarkan lagu Space Oddity milik David Bowie, Sultan menangis. Lagu Space Oddity ini bercerita tentang seorang astronot bernama Major Tom yang dalam perjalanan di kapal ruang angkasa ke planet lain. Liriknya bercerita mulai dari persiapan lepas landas, sampai di planet tujuan, hingga Major Tom yang nggak bisa dihubungi oleh Ground Control.

“Ini pas dengan keadaan gua yang, ya, kita pergi, jauh dari rumah. Biasanya jam tiga pagi, sekarang nangisnya pas siang-siang,” tambah Sultan.

Membuat dan berbagi mixtape, bagi Sultan, juga dapat membuat dia lebih mengenal teman-temannya. Sempat dia melihat temannya yang nggak pernah dia ketahui selera musiknya membagikan mixtape di Spotify. Ketika dia dengarkan, ternyata banyak lagu yang dia suka dari mixtape milik temannya itu.

“Kadang nyesel juga denger mixtape tuh. Bikin kita baru tahu band keren!” tambah gitaris band stoner-rock Witchbra yang baru dia buat bersama kawan-kawannya.

Bagaimana, membuat mixtape menjadi kegiatan yang asyik selama wabah ini, kan, Millens? (Gregorius Manurung/E05)