Lewat Workshop Produksi Film, Produser Aruna dan Lidahnya Ini Beberkan Cara Dapat Dana Produksi

Lewat Workshop Produksi Film, Produser <em>Aruna dan Lidahnya</em> Ini Beberkan Cara Dapat Dana Produksi
Suasana Workshop Produksi Film yang diadakan Sineroom Semarang pada Minggu (17/3) di 3/4 Co-Working Space Tembalang. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)baru.id/ Annisa Dewi)

Salah satu keterampilan yang harus dimiliki jika ingin menawarkan ide ke project market adalah menyusun proposal. Nah, di workshop Produksi Film yang diadakan Sineroom Semarang ini peserta akan diajari "memoles" proposal agar tembus ke calon pemberi dana.

Inibaru.id - Sineroom mengadakan workshop produksi film pada Minggu (17/3) kemarin. Kembali komunitas film di Kota Semarang ini menghadirkan Produser Palari Film Meiske Taurisia yang dikenal berkat kesuksesan filmnya seperti Aruna dan Lidahnya, Posesif, dan lain-lain.

Materi yang dibedah narasumber kali ini mengenai cara menyusun proposal dan mencari pasar. Benar saja acara diskusi yang diikuti para peserta berlangsung seru. Para pesera datang dari berbagai kota seperti Semarang, Yogyakarta hingga Trenggalek.

Suasana diskusi dengan Meiske (AnnisaDewi)

Sesi diskusi di workshop Produksi Film Minggu, (17/3). (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Materi ini memang menarik, Millens. Dalam diskusi yang digelar di ¾ Co-Working Space Tembalang ini, para peserta menyuarakan kekhawatirannya mengenai pendanaan film dan bagaimana mereka agar lolos dalam festival film. Keresahan ini pun dijawab Meiske. Dia menjelaskan bahwa hal tersebut bisa dilakukan sambil jalan. Yang terpenting adalah menemukan gaya bertutur dan bercerita terlebih dahulu.

Baca juga: Film Kuliner Aruna dan Lidahnya Sabet Penghargaan di Jepang

“Jadikan film pendek ini sebagai media berekspresi kalian. Penting buat kalian buat terus berlatih dan temukan signature dengan bikin film pendek,” tegasnya.

Meiske Taurisia sedang memberi materi. (Inibaru.id/ Annisa Dewi)

Di sini, produser kenamaan ini menjelaskan apa saja yang harus ada dalam proposal agar dapat menggaet minat calon pemberi dana.

Menurut Ardian Agil Waskito, Koordinator Sineroom, film lokal yang ada saat ini menjadi alasan bagi Sineroom mengadakan acara ini.

“Film lokal kan biasanya kan belum rapi secara produksi, workshop ini mengenalkan kepada peserta untuk memproduksi film yang lebih proper dan rapi hingga mencari pendanaan,’” tandasnya. Dia juga berharap agar acara ini menjadi trigger untuk peserta supaya pascaacara ini mereka menjadi lebih produktif dalam membuat film.

Salah satu peserta dari Yogyakarta, Eka Bambang mengatakan acara ini sangat bagus untuk meng-upgrade wawasan tentang perfilman mereka. Dia juga berharap bisa berkolaborasi dengan penyelenggara di acara-acara mendatang. “Pokoknya wort it banget datang ke sini,” kata Eka sambil manggut-manggut. Pelatihan ini berlangsung dari pukul 15.00 WIB hingga 20.30 WIB.

Selain berdiskusi, peserta juga diajak untuk nobar Asian Three-Fold Mirror di akhir sesi. Wah seru banget ya, semoga acara ini bisa jadi awal geliat film-film lokal dari Kota Semarang dan Sekitarnya ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)