Dihadiri Tokoh-tokoh Besar, Gelaran 75 Tahun Gus Mus Persembahan dari Santri dan Sahabat Berlangsung Meriah

Pada 10 Agustus 2019, Gus Mus menginjak usia ke 75. Kota Semarang terpilih menjadi penyelenggara perayaannya. Nggak cuma santri dan sahabat yang hadir, para tokoh besar dari negeri ini pun nggak absen.

Dihadiri Tokoh-tokoh Besar, Gelaran 75 Tahun Gus Mus Persembahan dari Santri dan Sahabat Berlangsung Meriah
Gus Mus merayakan ulang tahunnya yang ke-75. (Inibaru.id/ Audrian F)

Inibaru.id - Malam itu di pelataran Klenteng Sam Poo Kong, Rabu (14/8) menjadi tempat digelarnya acara dengan tajuk "75 Tahun Gus Mus, Persembahan Sahabat dan Santri Untuk Kiaiku". Nggak lain adalah untuk merayakan hari ulang tahun Kyai Haji Mustofa Bisri atau yang biasa disapa Gus Mus. Sebab pada tanggal 10 Agustus 2019 lalu dia sudah menginjak usia 75.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh-tokoh besar. Mulai dari politikus, pengusaha, budayawan, sastrawan, pelukis, hingga para pelawak pun turut singgah. Tercatat di acara tersebut dipenuhi sejumlah nama besar seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Mahfudz Md, kemudian ada istri dari Presiden ketiga Indonesia, Abdurahman Wahid (Gus Dur), yakni Shinta Nuriah Gus Dur beserta putri-putrinya.

KH. Mustofa Bisri tampak sedang bercengkrama dengan Susi Pudjiastuti. Nggak ketinggalan juga Mahfudz MD (paling kanan) yang juga hadir di acara perayaan ulang tahun Gus Mus yang ke-75. (Inibaru.id/ Audrian F)

Butet Kataredjasa, Sudjiwo Tedjo, Sutardji Calzoum Bahri, Acep Zamzam Nur juga nggak ketinggalan. Sementara di barisan pelukis, sejumlah nama tersohor hadir sekaligus memberikan hadiah lukisan kepada Gus Mus yang dilukis pada saat itu juga. Sebut saja ada Joko Pekik, Nasirun, dan Kartika Afandi.

“Kalau mau lihat bagaimana Indonesia bersyariah ya lihat saja Gus Mus. Tidak usah mengatakan Indonesia yang bersyariah kalau diri sendiri belum bisa syariah. Gus Dur menuntun kita semua untuk melaksanakan islam secara substansi. Berislam dan benegara tanpa membeda-bedakan semua golongan,” ucap Mahfudz MD dalam sambutannya.

Sementara itu Ganjar Pranowo menceritakan kisahnya yang menyangkut Gus Mus. Pada beberapa waktu lalu, Ganjar sempat dituding mensitakan agama. Padahal puisi yang dibacakan Ganjar adalah puisi milik KH. Mustafa Bisri.

“Negeri ini butuh pengawal kebaikan atau seseorang yang memeringatkan semua orang agar bisa terus berada pada koridor yang baik. Sebab kita sering diadu dalam keanekaragaman Bhinneka Tunggal Ika. Dalam hal ini kita patut meneladani nilai-nilai dari Gus Mus,” tutup Ganjar.

Penyair Sosiawan Leak, membacakan puisi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sebagaian besar apa yang disampaikan oleh para tokoh di atas panggung adalah testimoni, sanjungan, maupun salam hormat kepada Gus Mus. Seperti kalangan sastrawan dan budayawan menyampaikan dalam bentuk media pembacaan puisi dan sebuah lagu sementara pelukis, menyampaikannya lewat lukisan. Ada sekitar 29 pelukis yang melukis untuk dihadiahkan kepada Gus Mus.

Acara keagamaan yang dikemas dengan sentuhan budaya ya, Millens. Dari gambaran tersebut sungguh mencerminkan bagaimana sosok KH. Mustafa Bisri melakoni hidupnya; sebagai pribadi beragama menghargai keanekaragaman kebudayaan Indonesia. Selamat ulang tahun, Gus Mus. (Audrian F/E05)