Diet Pegan, Apaan sih?

Diet Pegan, <em> Apaan </em> sih?
Ilustrasi menu diet pegan. (Bodyandsoul)

Setelah diet mayo dan diet mediterania yang booming di masyarakat, kini ada cara baru yakni diet pegan. Diet ini merupakan gabungan antara diet vegan dan paleo.

Inibaru.id – Para pelaku diet pasti sudah nggak asing dengan sederet pola diet seperti diet mayo, diet vegan, diet karbo, dan diet-diet lainnya. Yap, pola itu memang sudah banyak muncul dan ngetren di masyarakat. Kali ini deretan pola diet itu bertambah satu yakni diet pegan.

Dilansir Medcom.id, Selasa (26/3/2019), diet pegan adalah perpaduan diet vegan dan paleo yang sudah populer sebelumnya. Diet ini dipelopori Mark Hyman, seorang dokter Amerika yang merupakan pendiri dan direktur medis The UltraWellness Center.

Diet pegan menekankan orang yang menjalaninya makan makanan asli, makanan utuh, dan fokus pada sayuran dan daging yang berkualitas baik. Ketika menerapkan diet pegan, kamu harus mengonsumsi setidaknya 50-75 persen sayuran dan 25 persen sumber daging yang baik.

Selain memperbanyak sayur dan daging, orang yang menjalani diet pegan juga dituntut menghindari sejumlah kelompok makanan termasuk gula, susu, kacang-kacangan, dan semua biji-bijian. Hal intinya adalah kamu harus lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran yang nggak diolah.

Karena diet ini berfokus pada sayuran, buah-buahan, dan daging berkualitas, nilai kesehatan yang didapat secara keseluruhan sangat baik. Lemak yang didapat pun juga lemak sehat yang penting untuk kesehatan jantung, fungsi kognitif, dan peradangan.

Kendati demikian, sebelum melakukan diet pegan atau jenis diet apapun, kamu harus memahami betul kondisi tubuhmu. Ini karena mengurangi atau mengubah kebiasaan makan secara mendadak bisa berakibat pada meningkatnya nafsu makan.

Ada baiknya konsultasikan terlebih dulu kondisimu kepada dokter gizi sebelum menerapkan diet pegan. Tertarik mencoba? (IB07/E04)